Sandiaga Minta PTNP Siapkan SDM Pariwisata Kelas Dunia

0
135
Cawapres Sandiaga Uno menanggapi perihal pernyataan Hashim Djojohadikusumo terkait struktur kabinet.
Cawapres Sandiaga Uno menanggapi perihal pernyataan Hashim Djojohadikusumo terkait struktur kabinet.

Jakarta | Nawacita – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mulai menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang pariwisata kelas dunia. Diakui, Indonesia memiliki destinasi yang berkelas dunia, maka SDM yang ada harus memiliki standar internasional.

“Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni priroritas kabinet Indonesia maju untuk lima tahun ke depan adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh sektor, tidak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya saat launching Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBMPTNP) dan Studium Generale 2021 di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca : Ketua DPD RI-Gubernur Maluku Bahas Pengembangan Pariwisata

Menurut Sandiaga, SDM menjadi kunci sukses dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, bukan hanya hotel bintang lima maupun gedung convention yang megah. “Sayangnya, meski Indonesia saat ini memiliki fasilitas (SDA) dengan destinasi yang bagus, namun masih minim SDM berkualitas dalam jumlah besar,” tandasnya.

Untuk itu, kata Sandiaga, Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) kedepannya diharapkan menjadi wadah menimba pendidikan bagi masyakarat dunia. Sekolah kepariwisataan Indonesia di Bandung, Bali, Medan, Lombok, dan Makassar mestinya bisa menjadi tempat belajar unggulan bukan hanya melahirkan talenta nasional tetapi juga internasional.

“Optimasi kelembagaan maupun kurikulum pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Karenanya, saya mendukung penuh pengembangan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia guna mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.

Dalam catatannya, minat anak muda Indonesia untuk belajar pariwisata melalui jalur seleksi bersama makin meningkat. Tahun 2019 peminatnya sebanyak 10.119 orang, meningkat 11.794 di tahun 2020.

“Aspek penting lainnya yang harus dipersiapkan adalah bahasa. Bukan hanya memahami bahasa Inggris, tapi juga Mandarin, Rusia, Arab, Korea, Jepang, dan lainnya,” jelasnya.

Namun, Sandiaga juga mengimbau agar setiap perguruan tinggi menanamkan budaya taking risks yakni berani mengambil risiko kepada seluruh elemennya. Ekosistem itu harus diciptakan di setiap politeknik pariwisata.

“Kalau ada dosen atau mahasiswa yang berani berinovasi kenapa tidak dicoba? Jangan menghentikan inovasi, asal bisa dikalkulasi dengan baik dan penuh perhitungan,” tandasnya.

Beritasatu

LEAVE A REPLY