Wakil Menkes RI Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Tenaga Kesehatan Secara Serentak di Surabaya

0
87

Surabaya | Nawacita – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, PhD didampingi oleh Plt. Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) secara serentak di Graha YKP Medokan Ayu Surabaya, Minggu (31/01).

Baca : Menkes Baru Harus Segera Bertindak Cepat Menangani Situasi Pandemi.

Plt. Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Graha YKP ini menargetkan 5.000 orang nakes dan akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, dengan harapan agar semua nakes yang akan melaksanakan vaksinasi di tempat ini dapat terlayani semua.

“Dari target 31.000 orang nakes yang akan divaksinasi, kemarin dilaporkan sudah terlaksana 83% atau sekitar 25.000 orang nakes. Dan hari ini, target kita di tempat ini 5.000 orang nakes, dan 53 puskesmas lainnya yang hari ini juga serentak

melaksanakan vaksinasi diharapkan mampu mencapai target 3.000 orang nakes. Sehingga, total 31.000 orang nakes diharapkan bisa tercapai 100% pada hari ini,” Wisnu.

Wamenkes, dr. Dante menjelaskan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi perang dunia ketiga, namun yang dihadapi bukanlah orang, melainkan musuh yang tidak kelihatan, yaitu virus SARS-CoV-2, dan ini terjadi di seluruh dunia. Berbagai strategi telah dilaksanakan di seluruh dunia, antara lain 3T (tracing, testing, treatment) maupun protokol kesehatan 3M, namun ternyata penurunan virus ini belum juga terjadi. Sehingga saat ini sedang digencarkan pelaksanaan program vaksinasi dengan harapan bisa menciptakan herd immunity.

“Kegiatan vaksinasi ini bukan untuk kepentingan individual, tetapi untuk kepentingan bersama, jika kita berhasil menciptakan herd immunity atau kemampuan untuk melakukan kekebalan kelompok dan kekebalan bersama, maka kita akan bisa memutus rantai penularan COVID-19,” tutur Wisnu.

Ia menambahkan bahwa kegiatan vaksinasi yang telah dilaksanakan secara serentak di Indonesia pada tahap pertama ini sudah mencapai 593.372 orang nakes artinya sudah 39,5% dari target 1,45 juta orang nakes yang akan divaksinasi, dan kegiatan vaksinasi akan terus dipercepat, dengan harapan tanggal 21 Februari 2021 akan selesai tahap pertama vaksinasi untuk seluruh nakes di seluruh Indonesia. Dengan begitu, para nakes telah siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi perang dunia ketiga ini.

Baca : Vaksinasi COVID-19 Kedua, Wagub Emil: Tensi Saya Lebih Rendah dari Pertama

“Alasan para nakes diprioritaskan untuk mendapat vaksinasi tahap pertama ini adalah karena mereka akan menjadi tulang punggung untuk pelayanan kesehatan

masyarakat, selain itu mereka juga akan memberikan contoh kepada masyarakat. Jika nakes yang dianggap paling mengetahui tentang vaksin mau melakukan

vaksinasi, maka diharapkan akan membawa kepercayaan kepada publik bahwa program vaksinasi ini aman untuk dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masih ada 12 juta vaksin lagi yang akan diberikan mulai minggu ketiga bulan Februari kepada kelompok yang kedua, yaitu petugas pelayanan publik, antara lain untuk TNI POLRI, Satpol PP dan ASN yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kemudian dilanjutkan kepada kelompok lansia, kelompok masyarakat rentan dan masyarakat luas.

“Kami berharap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bisa berjalan dengan baik dan diharapkan mampu menciptakan kekebalan komunitas terhadap COVID-19 sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 serta dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang pada akhirnya dapat memutus rantai penyebaran COVID-19,” tuturnya.

dr. Dante berpesan kepada seluruh nakes dan masyarakat bahwa walaupun sudah divaksinasi, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak) dengan baik karena vaksinasi tidak serta merta membentuk kekebalan pada saat itu juga, kekebalan tubuh akan terbentuk beberapa saat sesudahnya.

“Ada yang mengatakan bahwa kekebalan tubuh akan terbentuk 2 minggu pasca vaksinasi yang kedua, sehingga protokol kesehatan 3M harus tetap dilakukan hingga herd immunity telah terbentuk di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY