Total Pinjol Orang Indonesia Tembus Rp 155,9 T

0
137
Ilustrasi

Jakarta, Nawacita – Minat masyarakat meminjam di pinjaman online atau pinjol atau P2P lending cukup tinggi. Ini terlihat masih tumbuhnya penyaluran pinjaman di tengah pandemi Covid-19 ketika kredit perbankan tumbuh minus.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi penyaluran pinjaman pinjol secara nasional dari sejak berdiri hingga Desember 2020 sudah tembus Rp 155,9 triliun atau 91,3% dibanding tahun sebelumnya, seperti dikutip Jumat (29/1/2021).

Total penyaluran pinjaman baru nasional pada 2020 lalu mencapai Rp 74,41 triliun atau meningkat 26,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pinjaman ini dilakukan oleh 149 pinjol yang terdaftar dan berizin dari OJK.

OJK mencatat penyaluran pinjaman masih banyak berpusat di Pulau Jawa. Total pinjaman baru di Jakarta mencapai Rp 20,68 triliun, Jawa Barat Rp 20,53 triliun, Banten Rp 6,67 triliun, Jateng Rp 20,53 triliun dan Jawa Timur Rp 8,18 triliun.

Derasnya penyaluran ini diikuti dengan menurunnya tingkat kepatuhan peminjam untuk membayar cicilan sebelum 90 hari (TKB) dari 96,35% pada tahun sebelumnya menjadi 95,22% pada 2020 atau pinjaman bermasalah fintech mencapai 4,88% dari total pinjaman.

Hingga Desember 2020 sudah ada 43,57 juta rekening borrower (penerima pinjaman) dengan 716 ribu rekening lender (pemberi pinjaman). Sebagian besar peminjam adalah kelompok milenial berusia 19-34 tahun.

cnbc

 

 

LEAVE A REPLY