Jokowi: Industri Mobil Listrik Skala Besar Segera Beroperasi

0
173
Ilustrasi Mobil Listrik
Ilustrasi Mobil Listrik

Jakarta | Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini Indonesia sudah masuk dalam rantai pasokan global (global supply chain) dalam ekonomi hijau atau green economy. Jokowi yakin, industri mobil listrik skala besar akan segera beroperasi di Indonesia.

Jokowi mengatakan bahwa industri baterai lithium atau baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia bisa segera beroperasi. Seperti diketahui, beberapa produsen baterai global tengah didekati pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri baterai listrik di Indonesia, seperti produsen asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel).

“Industri baterai lithium yang diolah dari kekayaan alam kita sendiri, serta sekaligus industri mobil listrik skala besar kita upayakan agar segera beroperasi di negara kita, Indonesia,” ujar Jokowi dalam MGN Summit 2021, Rabu (27/1/2021).

Baca : Erick Thohir : Pakai Mobil Listrik Hemat Rp900 Ribu Perjalanan Jakarta-Bali

Industri kendaraan listrik ke depannya akan membuat Indonesia menjadi motor bagi perkembangan industri di masa depan. Bahkan, Jokowi meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara yang berpengaruh dan disegani.

“Ini akan menjadi sebuah sinyal bahwa Indonesia akan menjadi motor bagi pengembangan industri masa depan yang berpengaruh dan disegani,” kata Jokowi melanjutkan.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan produsen kendaraan listrik raksasa dunia, Tesla akan berinvestasi di Indonesia.

Baca : Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Ungguli Jeff Bezos

Selain Tesla yang merupakan perusahaan milik Elon Musk, BASF asal Jerman, kata Bahlil, juga akan segera menandatangani rencana investasi di Indonesia.

Bahlil yakin, Tesla dan BASF akan menyusul dua kompetitor lainnya, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan, untuk juga menandatangani kesepakatan kerja sama dan investasi di Indonesia.

“CATL sudah tanda tangan US$ 5,2 miliar, LG US$ 9,8 miliar. Sebentar lagi yang akan kita teken ini adalah BASF sama Tesla,” jelas Bahlil dalam konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021).

CNBC

LEAVE A REPLY