Tiru Kroasia, Sandiaga Uno Ingin Jadikan Desa Wisata RI Go Global

0
73
Menparekraf Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Kota Batam. Foto: dok. Kemenparekraf

Jakarta, Nawacita – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, memastikan terus mengembangkan desa wisata di Indonesia. Sandiaga menjelaskan desa wisata kualitasnya bakal dibuat standar internasional.

“Kami akan menggunakan pengembangan benchmark global untuk pengembangan desa wisata, berbasis kearifan lokal namun juga memenuhi standar internasional. Jadi stay local but go global. Jadi kearifan lokal tapi standar internasional,” kata Sandiaga saat rapat dengan Komisi X DPR, Selasa (26/1).
Sandiaga mencontohkan salah satu benchmarking yang digunakan adalah dari desa wisata di Istria, Kroasia. Dalam slide paparannya, desa wisata di Istria mengandalkan rural tourism yang mencakup 20 kotamadya di tahun 2011.
Desa wisata di tempat tersebut menghasilkan pendapatan rata-rata lebih dari 881,4 juta Croatian Kuna atau Rp 1,989 miliar dan nilai tambah mencapai 353,7 juta Croatian Kuna atau Rp 798,2 miliar.
Sandiaga menjelaskan, dalam pengembangan desa wisata di Indonesia Kemenparekraf menggandeng pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Sementara ini sudah diketahui kebutuhan komponen pengembangan desa wisata.
“Proses design thinking menjadi konsep pemetaan lokasi dan potensi. Kedua, penggalian pelatihan, pendampingan dan kontruksi sosial. Ketiga, website medsos konten manual dan SOP. Keempat, infrastruktur fisik dan homestay. Kelima, wahana komunitas, laboratorium peralatan, dan tim untuk litbang,” katanya.
Menurut Sandiaga, keberhasilan pengembangan desa wisata juga ditentukan adanya local champions dan dukungan Pemerintah Daerah. Ia memastikan terus berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten terkait pengembangan desa wisata. Apalagi masih banyak desa wisata yang perlu dimaksimalkan potensinya.
“Rencana aksi tahun 2021 dan 2024 dari pengembangan desa wisata dengan keterangan saat ini terdapat 244 desa wisata dengan klasifikasi 54 desa wisata rintisan atau 22,13 persen, 142 desa wisata berkembang 58 persen, dan 48 desa wisata maju ini 20 persen,” tutur Sandiaga.
kumpran

LEAVE A REPLY