Raup Keuntungan Rp323 Triliun Setahun Bandar Dijuluki El Chapo Dari Timur Dibekuk

0
135

Nawacita – Gembong narkoba yang paling terkenal di Asia Tse Chi Lop telah dibekuk pihak berwajib di Amsterdam, Belanda.

Warga negara Kanada kelahiran China ini telah diburu penyelidik Australia selama dua tahun.

Dilansir dari laman Daily Mail, pria yang dijuluki El Chapo dari Timur ini diseret dari pesawat di Belanda pada Jumat, 22 Januari 2021, setelah Polisi Federal Australia mengeluarkan permintaan penangkapannya melalui badan penegakan hukum internasional Interpol.

Tse dituduh sebagai salah satu penjual sabu terbesar di dunia yang sindikatnya dikenal sebagai The Company atau Sam Gor. Gembong itu diduga bertanggung jawab atas 70 persen dari semua narkotika yang memasuki Australia.

Pasca penangkapannya di Belanda, ia sekarang menghadapi kemungkinan ekstradisi ke Australia, untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba

Tse diduga mengawasi aliansi lima Triad China yang mendistribusikan segala sesuatu mulai dari heroin dan MDMA hingga ketamine melalui laboratorium super Segitiga Emas di Asia.

Dari perkiraan kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) Tse diduga meraup keuntungan hingga 23 miliar dolar AS atau setara dengan Rp323,8 triliun (kurs Rp14.078) dalam setahun.

Badan penegak hukum dari sekitar 20 negara termasuk AS, kanada, Myanmar, China, Thailand, dan Jepang telah memburu Tse sebagai bagian dari Operasi Kungur sejak 2019.

Tse selalu bisa lolos dari kejaran pihak berwajib lantaran selalu sembunyi bahkan dijaga kru kickboxer Thailand

Meski meraup penghasilan ratusan triliun, Tse juga dikenal sebagai gembong narkoba yang suka foya-foya.

Dia pernah mempertaruhkan Rp1,1 miliar dalam satu malam di kasino Makau. Tse juga suka bepergian menggunakan jet pribadi dan mengadakan pesta mewah di hotel maupun resor bintang lima.

Penangkapan Tse minggu ini diyakini terjadi saat dia deportasi oleh pejabat Taiwan ke Kanada, dan sempat singgah di Eropa.

Komisi Intelijen Kriminal Australia pada tahun 2012 menggambarkan anggota perusahaan Tse memiliki jaringan di banyak pemerintah serta struktur bisnis dan perusahaan yang sah. Hal itu memungkinkan gembong Tse bisa menutup dan mendukung kegiatan kriminal mereka.

Perusahaan Tse diketahui menyelundupkan Narkoba dalam pasar gelap di teh, beras, dan barang konsumsi lainnya.

“Tse Chi Lop ada di liga El Chapo atau mungkin Pablo Escobar ,” ujar Jeremy Douglas, perwakilan UNODC Asia Tenggara dan Pasifik pada 2018 silam.

Bos kartel Meksiko El Chapo adalah salah satu pemimpin geng paling terkenal di dunia, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan federal New York pada 2019.

Pihak kepolisian menerangkan bahwa perusahaan tersebut telah beroperasi di beberapa negara, memindahkan narkoba ke seluruh Asia, Australia, Selandia Baru, AS, Eropa, dan belahan dunia lainnya.

Kartel multinasional juga mengembangkan dan memelihara hubungan dengan kelompok kriminal lokal termasuk gerombolan penjahat Yakuza Jepang dan Australia.

Tse telah berada di pengawasan Polisi Federal Australia selama sekitar delapan tahun, setelah penggerebekan narkoba besar di Melbourne.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita 2kg heroin dan Sabu, uang tunai 4 juta dolar AS, properti senilai 5 juta dolar AS, perhiasan senilai 10.000 dolar AS, 99 tas tangan dan dompet desainer, sebuah Lamborghini dan 600.000 dolar AS chip kasino.

PR

LEAVE A REPLY