Gubernur BI Yakin Prospek Ekonomi Domestik Semakin Membaik

0
176

Jakarta | Nawacita – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meyakini prospek ekonomi domestik pada 2021 ini akan semakin membaik. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,8 persen hingga 5,8 persen, jauh lebih baik dibandingkan proyeksi 2020 yang sebesar minus 2 persen hingga minus 1 persen.

“Prospek ekonomi domestik semakin membaik pada 2021. Pemulihan ekonomi didukung perbaikan ekonomi global, mobilitas dengan vaksinasi, stimulus fiskal dan moneter, serta dukungan kredit dan pembiayaan dari perbankan,” kata Perry Warjiyo dalam Focus Group Discussion (FGD) Gubernur BI dengan Pimpinan Redaksi Media Massa secara virtual, Senin (25/1/2021).

Baca : Jokowi Sebut Jepang Hingga AS Jalankan Ekonomi Syariah

Beberapa indikator perbaikan ekonomi domestik antara lain mobilitas masyarakat Indonesia di berbagai daerah yang mulai naik, namun sedikit melambat pada Januari 2021. Ekspektasi penjualan ritel ke depan juga menunjukkan peningkatan, serta confidence konsumen seluruh kelompok masyarakat yang mulai meningkat.

Industri manufaktur Indonesia juga terus bergeliat. Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2020 yang tercatat di level 51,3 atau naik dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6. Angka indeks di atas 50 ini diartikan mengalami ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti kontraksi.

“Investasi juga meningkat didukung rencana penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang lebih tinggi pada 2021, serta perbaikan aktivitas ekspor dan impor yang terus berlangsung,” kata Perry.

Baca : Strategi Terukur dan Transparan Dorong Pengendalian Sektor Kesehatan dan Ekonomi

Untuk tingkat inflasi 2021, diproyeksikan akan terkendali di kisaran 3 persen plus minus 1 persen pada 2021. Sementara itu Defisit Transaksi berjalan akan tetap terkendali di batas aman, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia.

“Kredit dan Dana Pihak ketiga (DPK) juga akan meningkat sejalan membaiknya prospek perekonomian dan berlanjutnya stimulus fiskal, moneter, dan makroprudensial. Untuk kredit diproyeksikan meningkat 7 persen hingga 9 persen,” papar Perry.

Beritasatu

LEAVE A REPLY