Muhammad Kadafi dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan Indonesia

0
182
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi. Foto : Jaka/Man

Nawacita, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi mengatakan, banyak negara memiliki pendidikan yang maju karena mereka memiliki karakter bangsa. Dalam hal ini, ia mendorong berbagai pihak untuk tidak berpikir bahwa Indonesia tertinggal dan kalah bukan mengubah konsep belajar yang telah ada. Sehingga, yang menjadi tugas bersama adalah bagaimana pendidikan di Indonesia dapat merata.

Demikian diungkapkan Kadafi dalam RDPU Komisi X DPR RI dengan Mardiatmadja SJ (Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara), Susaningtyas Nevo Handayani Kertopati (Pengamat Pertahanan), Agus Sunyoto (Budayawan), Mohammad Sobari (Budayawan), dan PB AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), yang membahas Konsep Peta Jalan Pendidikan dalam Perspektif Filsafat, Geopolitik-Hankam, dan Kebudayaan yang akan dibentuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Nah ini menjadi catatan besar. Jadi peta jalan itu sebenarnya peta jalannya proses pendidikan di Indonesia itu sudah cukup bagus, tinggal mendorong agar kualitas pendidikan di Indonesia itu bisa merata. Nah dengan adanya perkembangan teknologi inilah yang bisa mendorong percepatan, lompatan yang diinginkan Pak Menteri, bukan merubah konsep belajar kita yang akhirnya kita kehilangan jati diri kita,” terang Kadafi dalam RDPU yang digelar di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Dirinya menambahkan, hendaknya berbagai kelebihan yang dimiliki Indonesia menjadi suatu kekuatan, bukan malah berpikir selalu kalah dibandingkan negara-negara lain. Hal yang perlu dilakukan adalah mendorong pemerataan pendidikan seperti dengan mendorong berbagai wilayah di 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) bisa memiliki akses untuk pendidikan dengan teknologi yang memadai dan mengesampingkan gap, sehingga muncul suasana bersaing yang mengedepankan kolaborasi guna meningkatkan proses pendidikan.

“Kita dorong bagaimana wilayah wilayah 3T bisa memiliki akses untuk pendidikan. Kemudian juga kita dorong dengan teknologi ini hampir seluruh Indonesia memiliki kualitas yang sama. Nah, gap ini yang mulai harus kita buka sekarang. Makanya, ini yang harus kita dorong bahwa gap, kita itu jangan saling bersaing, menutupi diri dan tidak memberikan akses. Kita bersaing, ayo kita melakukan kolaborasi untuk meningkatkan proses pendidikan, kualitas pendidikan di Indonesia,” pesan politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu. (hal/sf/parlemen/bdo)

LEAVE A REPLY