Alasan Harus Menunggu 30 Menit Setelah Disuntik Vaksin

0
57

Jakarta, Nawacita – Presiden Jokowi menjalani vaksinasi perdana vaksin covid-19 Coronavac, buatan perusahaan asal China, Sinovacpada Rabu (13/1) pagi.

Selain Presiden Jokowi, sejumlah pejabat negara, pemuka agama, hingga selebriti Raffi Ahmad juga telah disuntik vaksin Covid-19 perdana. Setelah disuntik, para penerima vaksin tersebut harus menunggu selama 30 menit lebih dulu.

Terdapat alasan mengapa penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit setelah disuntik.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar menjelaskan waktu menunggu 30 menit dilakukan untuk mengobservasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

KIPI dapat terjadi dengan menimbulkan gejala sedang hingga berat. Gejala berat termasuk sangat jarang terjadi. Namun, salah satu gejala berat yang diantisipasi adalah reaksi syok anafilaktik.

“(Untuk mengantisipasi) reaksi alergi paling berat syok anafilaktik,” kata Eka kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/1).

Reaksi syok anafilaktik adalah reaksi alergi berat yang menyebabkan penurunanan tekanan darah secara drastis sehingga menyebabkan sulit bernapas bahkan kehilangan kesadaran.

Reaksi ini biasanya terjadi dalam waktu singkat hingga 30 menit setelah divaksin.

“Kurang lebih 30 menit. Itu jarang banget terjadi, tetapi tetap harus diobservasi dulu,” kata Eka.

Namun, masyarakat disebut tak perlu khawatir karena dokter dan ahli medis yang menyuntikkan vaksin sudah dilengkapi dengan anafilaktik kit untuk menangani reaksi alergi tersebut

“Setiap menyuntik itu kami harus memiliki anafilaktik kit. Itu harus siap, isinya macam-macam,” kata ahli vaksin dan imunologi Profesor Iris Rengganis kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Setelah lewat dari 30 menit, reaksi ini biasanya tidak terjadi lagi dan penerima vaksin dapat beraktivitas seperti biasa.

Efek samping lain yang bisa muncul setelah itu bersifat ringan hingga sedang seperti nyeri otot, demam, pembengkakan, dan diare.

CNN

LEAVE A REPLY