PLN Kantongi Utang Rp7 Triliun dari Bank-bank Asing

0
170
Ilustrasi PLN.
Ilustrasi PLN.

Jakarta, Nawacita — PT PLN (Persero) mendapatkan utang US$500 juta atau setara Rp7,08 triliun (kurs Rp14.164 per dolar AS). Pinjaman tersebut diperoleh dari sejumlah perbankan internasional meliputi Citibank, DBS Bank, JPMorgan, KfW IPEX Bank, Landesbank Baden-Württemberg (LBBW), OCBC, Standard Chartered Bank, dan SMBC.

Pinjaman tersebut dijamin oleh Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) yang merupakan Grup Bank Dunia.

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menuturkan ini merupakan pinjaman jenis green loan (pinjaman berbasis lingkungan hidup) pertama yang diperoleh BUMN dalam negeri.

“Dalam periode likuiditas dan pasar pinjaman yang serba sulit, PLN berhasil mengupayakan tercapainya efisiensi biaya dalam keuangan dengan menerapkan struktur yang dirancang untuk menarik kreditur internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/12).

Ia menuturkan dana ini akan digunakan untuk pendanaan jangka panjang sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan infrastruktur kelistrikan ramah lingkungan. Nantinya, MIGA akan menjamin 95 persen pembiayaan PLN selama 5 tahun lewat program Non-Honouring of Financial Obligation by State-Owned Enterprise (NHFO-SOE).

“Transaksi ini juga merupakan transaksi pertama MIGA dengan menggunakan skema NHFO-SOE dan merupakan transaksi pertama dalam masa pandemi baik di Indonesia maupun di regional,” imbuhnya.

Ia mengatakan pendanaan ini diperoleh dalam waktu yang cukup singkat, yakni sekitar 5 bulan. Selain itu, ini merupakan transaksi PLN pertama kali untuk green loan dan penjaminan kredit MIGA dengan skema yang cukup kompleks.

Menurutnya, penetapan kredit telah dinegosiasikan dengan para kreditur sejak awal Juli, setelah proses tender dengan harga kompetitif mungkin meskipun di masa pandemi.

“Langkah ini merupakan tindak lanjut PLN dalam mewujudkan kerangka keuangan yang berkelanjutan (sustainable financing framework) yang telah di-launching secara resmi pada 2 November 2020 lalu dan merupakan agenda nyata dari transformasi PLN,” jelasnya.

Saat ini, katanya, PLN terus bekerja sama dengan berbagai stakeholder baik lembaga bilateral maupun multilateral untuk mewujudkan berbagai inisiatif green energy energi ramah lingkungan). PLN juga terus bekerja sama untuk meningkatkan rasio energi baru terbarukan di Indonesia.

cnn

LEAVE A REPLY