Ridwan Kamil vs Mahfud MD, TB Hasanuddin Bela Menko Polhukam

0
213
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) dan Menko Polhukam Mahfud MD.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) dan Menko Polhukam Mahfud MD.

JAKARTA, Nawacita – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai tak ada yang salah dari pernyataan Menko Polhukam RI Mahfud MD soal izin penjemputan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.

Menurut Hasanuddin, dalam statementnya Menko Polhukam telah menekankan semua orang boleh saja menjemput Rizieq Shihab ke bandara asal tertib dan damai.

“Mestinya perintah atau anjuran soal penekanan “asal tertib dan damai” itu, oleh pihak otoritas di bawah dijabarkan dengan baik. Otoritas di bawah, salah satunya kepala daerah itu mestinya cerdas apa artinya tertib disaat pandemi Covid-19, yaitu melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan sungguh-sungguh,” beber Hasanuddin.

Mantan Sekretaris Militer itu menegaskan, yang dimaksud diberikan izin asal tertib dan damai itu, tentu harus tertib mengikuti protokol kesehatan yakni 3 M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta tidak berkerumun, termasuk pembatasan berapa jumlah personil yang diperbolehkan.

Baca Juga: Inilah Kesaksian Habib Rizieq Soal Insiden di Tol Jakarta-Cikampek

Anjuran tersebut, kata Hasanuddin, harus dijelaskan kepada masyarakat oleh mereka yang punya otoritas seperti bupati, wali kota atau gubernur. Sedangkan pengertian damai, menurut Hasanuddin, adalah dijaga jangan sampai terjadi kericuhan, jangan sampai rusuh atau mungkin merusak sarana umum.

“Jadi kesimpulannya setiap anjuran atau perintah dari atas ya harus dijabarkan oleh otoritas dibawah apa yang dimaksud, tak perlu dipaparkan secara detail oleh Pak Mahfud. Gubernur itu pemimpin, cerdas sedikit lah,” cetusnya.

Hasanuddin menyebut, lantaran otoritas berwenang dibawah tak mampu menjabarkan perintah pusat akibatnya terjadi pelanggaran protokol kesehatan secara masif.

Baca Juga: Habib Rizieq Dapat Pesan dari Ridwan Kamil, Ini Isinya

“Ini artinya anjuran atau diskresi dari atas itu tidak dilaksanakan dengan baik dan benar oleh otoritas dibawah. Mestinya, otoritas dibawah dengan perangkat yang ada memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) meminta agar Menko Polhukam Mahfud MD harus ikut bertanggung jawab dan diperiksa polisi terkait pemberian izin penjemputan Rizieq Shihab. Emil mengungkapkan, pelonjakan kasus covid-19 di Jakarta dan Jawa Barat lantaran kerumunan setelah Habib Rizieq Shihab (HRS) pulang ke Indonesia.

oknws.

LEAVE A REPLY