10 Desember Sejarah Dunia: Hari Hak Asasi Manusia Hingga Ganja Dilegalkan di Uruguay

0
210
Ilustrasi Hari Hak Asasi Manusia.
Ilustrasi Hari Hak Asasi Manusia.

SOLO, Nawacita – Beragam peristiwa penting dan bersejarah yang layak dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 10 Desember. Demi mengenangnya, berikut kami merangkum beragam peristiwa itu dalam catatan peristiwa dunia hari ini, 10 Desember, yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org.

1510
Pasukan Portugal pimpinan Afonso de Albuquerque berhasil mengalahkan pasukan Kesultanan Bijapur yang dipimpin Ismail Adil Shah di Goa, India. Kemenangan itu merupakan awal kekuasaan Portugal di Goa selama 451 tahun.

1877
Pasukan Kekaisaran Rusia berhasil merebut Kota Plevn? atau kini Kota Plevena di Bulgaria dari Kesultanan Ottoman. Keberhasilan itu diraih pasukan Kekaisaran Rusia setelah melakukan pengepungan selama sekitar lima bulan. Keberhasilan itu pula yang menentukan kemenangan Rusia dalam Perang Rusia-Turki.

1868
Untuk kali pertama di dunia, lampu lalu lintas dipasang di luar Gedung Parlemen Inggris di London, Inggris untuk mengatur pengguna jalan. Lampu lalu lintas pertama itu berupa lampu hijau dan merah yang hanya menyala di malam hari. Sedangkan pada siang, lampu tak menyala dan digantikan dengan penunjuk seperti jam.

1898
Spanyol dan Amerika Serikat menandatangani Traktat Paris di Paris, Prancis demi mengakhiri Perang Spanyol-AS. Dari perjanjian itu, Spanyol mengakui kemerdekaan Kuba dan menjual kekuasaan atas Guam, Filipina, serta Puerto Riko kepada AS seharga US$20 juta.

Baca Juga: 8 Desember Sejarah Dunia: Amerika Serikat Perangi Jepang Hingga Penembakan John Lennon

1901
Perayaan Penghargaan Nobel, Penghargaan Nobel merupakan dianugerahkan setiap tahunnya kepada mereka yang telah melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau peralatan baru, atau telah melakukan kontribusi luar biasa terhadap masyarakat. Ajang ini dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi mereka yang memiliki jasa besar terhadap dunia.

Penghargaan Nobel dianugerahkan setiap tahunnya pada 10 Desember, yakni tanggal Alfred Nobel sang pemrakarsa penghargaan tersebut wafat. Sekadar informasi, Alfred Nobel merupakan seorang industrialis Swedia yang memberikan wasiat mengenai penghargaan tersebut. Hal ini dilakukan, karena ia terkejut melihat penemuannya justru dimanfaatkan untuk tujuan yang sifatnya merusak, dan ia menginginkan agar Penghargaan Nobel ini dapat diberikan kepada mereka yang telah berjasa bagi kemanusiaan.

Sejak 1901, penghargaan ini telah diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi dalam bidang Fisika, Kimia, Sastra, Perdamaian, dan Fisiologi atau Kedokteran. Sedangkan Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel, diidentikkan sebagai hadiah Nobel, adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang ekonomi.

1906
Presiden Amerika Serikat (AS) Theodore Roosevelt menerima Penghargaan Nobel dalam bidang perdamaian. Penghargaan itu ia dapatkan setelah memiliki peran dalam mediasi antara Jepang dan Rusia yang berperang untuk berdamai. Theodore Roosevelt merupakan orang pertama dari AS yang menerima Penghargaan Nobel.

1941
Pasukan Angkatan Laut Jepang berhasil menenggelamkan dua kapal milik Angkatan Laut Inggris, yakni HMS Prince of Wales dan HMS Repulse, di perairan dekat Semenanjung Malaya. Peristiwa yang mengejutkan pasukan Inggris itu merupakan upaya Jepang merebut beberapa wilayah di Asia Tenggara dari cengkeraman Sekutu.

1941
Pertempuran antara pasukan Jepang dan pasukan Amerika Serikat (AS) meletus di Filipina. Pertempuran tersebut berlangsung selama lima bulan dan berakhir dengan kemenangan Jepang. Atas hasil itu, Jepang berhasil merebut kekuasaan di Filipina dari AS.

1948
Peringatan Hari Hak Asasi Manusia, Hari Hak Asasi Manusia (HAM) dirayakan oleh banyak Negara termasuk Indonesia setiap tanggal 10 Desember. Hal ini telah dinyatakan langsung oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme.

Sekadar informasi, 10 Desember dipilih sebagai peringatan Hari HAM untuk menghormati Majelis Umum PBB yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM atau sebuah pernyataan global tentang Hak Asasi Manusia, pada 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris. Pernyataan ini terdiri atas 30 pasal yang menggarisbesarkan pandangan Majelis Umum PBB tentang jaminan terhadap hak – hak asasi manusia kepada semua orang.

1957
Berdirinya Pertamina, PT Pertamina (Persero) merupakan BUMN terbesar milik Indonesia. Pertamina adalah hasil gabungan dari Pertamin dan Permina yang didirikan di Indonesia pada 10 Desember 1957 silam. Pertamina pernah memiliki monopoli pendirian SPBU di Indonesia. Namun, monopoli tersebut telah dihapus oleh pemerintah pada 2011.

Pertamina mengelola sekira tujuh kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD ; pabrik petrokimia dengan kapasitas 1.507.950 ton per tahun ; dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. Kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha dibidang energi dan petrokimia terbagi kedalam sektor Hulu yang meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan panas bumi, serta sektor Hilir yang meliputi pengolahan, pemasaran & niaga, dan perkapalan serta distribusi produk.

1981
Penyakit Misterius Membunuh Homoseksual di Amerika Serikat, Melansir berita dari laman BBC , pada Desember 1981 sebuah penyakit menular atau epidemi misterius ditemukan pada pria homoseksual, hal ini menyebabkan meningkatnya kekhawatiran di Amerika Serikat. Penyakit Pneumonia dan Kanker Kulit telah ditemukan pada 180 pasien di 15 negara sejak Juli 1981 silam.

Saat itu di Amerika Serikat, penyakit ini telah mengklaim sedikitnya 75 nyawa dan hingga 92% dari korban ialah pria homoseksual. Saat itu, para dokter telah mengidentifikasi penyakit ini tetapi belum menemukan obatnya. Penyelidikan pun terus dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit di Atlanta.

Saat itu, unit spesialis telah menemukan penyebab dua penyakit lainnya, yakni Sindrom Syok Toksik Dn Penyakit Legionnaires. Dr. James Curran, yang menyelidiki tentang penyakit ini mengatakan hal tersebut merupakan masalah yang sangat serius dan sepertinya tidak akan berkurang.

Saat itu, tiga studi di New England Journal of Medicine mengatakan, sistem kekebalan tubuh pada korban sangat lemah, sehingga membuat mereka rentan terhadap infeksi serius dari kuman yang biasanya dihindari oleh kebanyakan orang. Homoseksual yang telah mengembangkan salah satu dari dua kondisi tersebut menunjukkan resistensi yang rendah terhadap tes standar pada sistem kekebalan mereka.

Dalam kasus ini sekira ada empat korban yang juga memiliki luka kulit langka yang biasanya disebabkan oleh virus herpes simplex. Para peneliti mengklaim, kasus temuan mereka ini merupakan bagian dari epidemi imunodefisiensi nasional di kalangan laki-laki homoseksual.

Dokter tidak yakin penyebab penyakit menular ini dibawa dalam air mani dan sekreasi tubuh lainnya. Pasalnya, sebuah penelitian di University of California, Los Angeles (UCLA) menunjukkan bahwa homoseksual mungkin berulang kali terinfeksi virus. Satu kasus juga melibatkan pengguna obat intravena yang menyiratkan bahwa penyakit tersebut dapat menyebar melalui jarum.

Baca Juga: 12 November Sejarah Dunia: Jenderal Soedirman Terpilih Jadi Panglima Tentara Hingga Hari Ayah Nasional

1985
Charles Graham Adam lahir di Fintry, Dundee, Skotlandia. Ia lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang pernah membela salah satu klub besar di Inggris, yakni Liverpool. Sejak 2012 lalu, Adam pindah ke klub lain di Liga Inggris, yakni Stoke City. Sejak 2007 hingga kini, Adam dipercaya membela Tim Nasional Skotlandia.

2013
Ganja Dilegalkan di Uruguay, Uruguay merupakan Negara terkecil kedua di Amerika Selatan menjadi Negara yang paling banyak menggunakan narkoba jenis ganja. Pada 10 Desember 2013. Uruguay menjadi Negara pertama di dunia yang melegalkan penjualan, budidaya, dan distribusi ganja. Sebelum dilegalisasi, kepemilikan untuk pengguna pribadi tidak dipidana, meskipun hukum sebelumnya tidak menentukan kuantitas untuk “jumlah personal”.

Mulanya, hukum dan pemerintahan Uruguay sepakat bahwa penggunaan narkoba harus dipertimbangkan pengguna atau konsumen sebagai masalah. Konsumsi obat adalah legal dan tidak dikriminalisasikan di Uruguay. Dengan melakukan pendekatan untuk kesehatan masyarakat termasuk menawarkan layanan kesehatan gratis serta pelayanan rehabilitasi sukarela.

Hingga akhirnya pada Juni 2012, pemerintah Uruguay, di bawah kepemimpinan Presiden Jose Mujica, mengumumkan rencana untuk melegalkan penjualan narkoba jenis ganja yang dikendalikan Negara untuk melawan kejahatan narkoba dan masalah kesehatan.

Rencana Mujica yang akan memungkinkan pengguna untuk menumbuhkan tanaman untuk pengguna non-komersil dan lisensi hibah untuk petani professional untuk produksi skala besar. Ia memperkirakan bahwa dengan 70.000 pengguna bulanan, Negara harus menghasilkan lebih dari £5.000 setiap bulannya. Dengan hal ini, ia menyatakan bahwa Uruguay ingin membuat ‘kontribusi terhadap kemanusiaan’ dengan melegalkan ganja tersebut, tetapi akan mundur jika ‘percobaan’ tersebut serba salah.

soknws.

LEAVE A REPLY