Amerika Kerahkan Nimitz Pasca Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh

0
173
Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk USS Nimitz dan kelompok tempurnya ke Teluk Persia.
Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk USS Nimitz dan kelompok tempurnya ke Teluk Persia.

WASHINGTON, Nawacita – Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk USS Nimitz dan kelompok tempurnya ke Teluk Persia. Kelompok tempur kapal induk itu bergerak menuju Teluk Persia setelah ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh tewas dibunuh di timur Teheran pada Jumat.

Sumber Pentagon mengatakan kepada CNN bahwa misi pengerahan Kelompok Tempur USS Nimitz adalah untuk mengamankan penarikan pasukan AS di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya, dan tidak terkait dengan pembunuhan Fakhrizadeh.

Jurnalis CNN, Barbara Starr, mengutip seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya, melaporkan kelompok tempur yang didukung beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan segera melanjutkan operasi di wilayah Teluk Persia.

Kapal-kapal tersebut, lanjut laporan itu, akan memberikan dukungan tempur dan perlindungan udara saat pasukan AS menarik diri dari Irak dan Afghanistan pada pertengahan Januari di bawah perintah dari Presiden Donald Trump, memindahkan persenjataan yang cukup besar ke wilayah itu hanya beberapa bulan sebelum Trump meninggalkan jabatannya.

Baca Juga: Amerika Perlu Rudal Nuklir Baru Biayanya Rp1.411 Triliun

Pejabat itu menambahkan, pengerahan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Nimitz sudah diputuskan jauh hari sebelum muncul berita tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran di timur Teheran pada hari Jumat. Meski kedua hal itu tidak terkait, pejabat tersebut menegaskan bahwa pengerahan kapal induk tersebut akan mengirim “pesan pencegahan yang meningkat” ke Republik Islam Iran yang telah bersumpah akan memberikan respons keras terhadap pembunuhan itu.

Kelompok Tempur Kapal Induk USS Nimitz meninggalkan Teluk Persia awal bulan ini untuk melakukan latihan di Samudra Hindia bersama Australia, India, dan Jepang—yang membentuk koalisi keamanan informal yang dikenal sebagai “Quad”.

Dengan selesainya latihan itu, kapal perang AS sekarang akan kembali ke halaman belakang Iran, di mana Washington telah mempertahankan kehadiran yang signifikan selama masa jabatan Trump.

Baca Juga: Deretan Kapal Induk Terbesar di Dunia

Terlepas dari jaminan pejabat pertahanan bahwa pengerahan Kelompok Tempur USS Nimitz tidak terkait dengan pembunuhan tersebut, utusan Teheran untuk PBB; Majijd Takht Ravanchi, memperingatkan negaranya akan menanggapi setiap “tindakan petualangan” oleh Washington atau Tel Aviv.

“Peringatan terhadap tindakan petualangan apa pun oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara saya, terutama selama sisa periode pemerintahan Amerika Serikat saat ini, Republik Islam Iran berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyatnya dan mengamankan kepentingannya,” bunyi surat diplomat itu kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonios Guterres, yang dilihat Reuters, Sabtu (28/11/2020).

Surat tersebut juga mengatakan bahwa ada “indikasi serius tanggung jawab Israel” dalam pembunuhan Fakhrizadeh dan Teheran berhak untuk membela diri.

sdnws.

LEAVE A REPLY