Korps Brimob Polri HUT ke-75, Pasukan Elit dan Kesetiaan Kepada NKRI

0
354
Korps Brimob Polri HUT ke-75, Pasukan Elit dan Kesetiaan Kepada NKRI.
Korps Brimob Polri HUT ke-75, Pasukan Elit dan Kesetiaan Kepada NKRI.

JAKARTA, Nawacita – Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia atau sering disingkat Korps Brimob Polri hari ini, Sabtu 14 November 2020 merayakan hari jadinya yang ke-75. Pasukan elite Polri yang pernah bernama Mobile Brigade adalah kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Polri.

Dikutif dari Wikipedia, Korps Brimob juga dikenal sebagai salah satu unit tertua yang ada di dalam organisasi Polri. Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD).

Korps Brimob juga bersifat sebagai komponen besar di dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, sering kali bersamaan dengan operasi militer. Korps Brimob tergolong sebagai “Unit Taktis Polisi” (Police Tactical Unit – PTU) dan secara operasional bersifat kesatuan Senjata dan Taktik Khusus (SWAT) polisi (termasuk Densus 88 dan Gegana Brimob).

Korps Brimob terdiri dari 2 (dua) cabang yaitu Gegana dan Pelopor. Gegana bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti: Penjinakan Bomb (Bomb Disposal), Penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Anti-Terror (Counter Terrorism), dan Inteligensi.

Baca Juga: Puan Maharani dianugerahi Warga Kehormatan Korps Brimob

Sementara Pelopor bertugas melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih luas dan bersifat Paramiliter seperti: Penanganan Kerusuhan/Huru-Hara (Riot control), Pencarian dan Penyelamatan (SAR), Pengamanan instalasi vital, dan operasi Gerilya serta pertempuran hutan terbatas.

Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus. Di antaranya kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area-area perkotaan (urban setting), penggerebekan kepada kriminal bersenjata seperti teroris atau separatis, dan operasi-operasi lainya yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum. Setiap Polda di Indonesia mempunyai kesatuan Brimob masing-masing.

Menghadapi gerakan separatis
Prajurit Pelopor Brimob adalah kesatuan yang memiliki tugas pokok melakukan tugas-tugas operasional bersifat Paramiliter guna untuk mengatasi gangguan Kamtibmas berkadar tinggi.

Baca Juga: Solo Dijaga 800 Pasukan, Kopassus dan Brimob Dikerahkan, Ada Apa?

Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus. Di antaranya kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area-area perkotaan (urban setting), penggerebekan kepada kriminal bersenjata seperti teroris atau separatis, dan operasi-operasi lainya yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum. Setiap Polda di Indonesia mempunyai kesatuan Brimob masing-masing.

Menghadapi gerakan separatis
Prajurit Pelopor Brimob adalah kesatuan yang memiliki tugas pokok melakukan tugas-tugas operasional bersifat Paramiliter guna untuk mengatasi gangguan Kamtibmas berkadar tinggi.

Mobrig bersama pasukan TNI juga dikerahkan pada April 1950 ketika Andi Azis beserta pengikutnya dinyatakan sebagai pemberontak di Sulawesi Selatan. Kemudian ketika Dr. Soumokil memproklamirkan berdirinya RMS pada 23 April 1950, kompi-kompi tempur Mobrig kembali ditugasi menumpasnya.

Pada tahun 1953, Mobrig juga dikerahkan di Kalimantan Selatan untuk memadamkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Ketika Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) diumumkan pada 15 Februari 1958 dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai tokohnya, pemerintah pusat menggelar Operasi Tegas, Operasi Saptamarga dan Operasi 17 Agustus dengan mengerahkan Mobrig dan melalui pasukan-pasukan tempurnya yang lain.

Batalyon Mobrig bersama pasukan-pasukan TNI berhasil mengatasi gerakan koreksi PRRI di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Timur, Riau dan Bengkulu. Dalam Operasi Mena pada 11 Maret 1958 beberapa kompi tempur Mobrig melakukan serangan ke kubu-kubu pertahanan Permesta di Sulawesi Tengah dan Maluku.

sdnws.

LEAVE A REPLY