Pemprov DKI Tambah Porsi Saham DLTA Terkait RUU Pelarangan Minuman Beralkohol

0
147
Pemprov DKI Tambah Porsi Saham DLTA Terkait RUU Pelarangan Minuman Beralkohol.
Pemprov DKI Tambah Porsi Saham DLTA Terkait RUU Pelarangan Minuman Beralkohol.

JAKARTA, Nawacita – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah porsi saham pada produsen minuman beralkohol, yaitu PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) . Hal ini dilakukan di tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) pelarangan minuman beralkohol.

Dari keterbukaan informasi, Jakarta, Jumat (13/11/2020), Pemda DKI Jakarta menambah jumlah kepemilikan saham sebesar 256,86 juta lembar atau 32,08%. Hal ini membuat, Pemda Jakarta memiliki jumlah saham 467,06 juta lembar atau dengan porsi 58,33%.

Penambahan porsi saham ini mengambil kepemilikan perusahaan asal Malaysia, yaitu San Miguel Malaysia (L) PTE. LTD. Di mana, San Miguel awalnya memiliki saham sebesar 467,06 juta atau 58,33%, menjadi 210,2 juta lembar atau 26,25%.

Baca Juga: Berikut Isi RUU Larangan Minuman Beralkohol, Sanksi Penjara Hingga Denda Rp1 Miliar

Kepemilikan saham oleh direksi masih tetap nihil. Sedangkan kepemilikan saham di masyarakat masih berjumlah 15,41% atau 123,4 juta lembar. Pengumuman tersebut diupload di website resmi BEI pada tanggal 9 November 2020. Sehari sebelum RUU Larangan Minuman Beralkohol masuk ke dalam pembahasan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Sebelumnya, Dalam draf RUU yang diterima wartawan, apabila regulasi itu disahkan menjadi Undang-Undang (UU) akan ada ancaman pidana bagi yang memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual minuman beralkohol.

Baca Juga: Daftar Negara Dengan Konsumsi Alkohol Terbanyak di Dunia

Tak tanggung-tanggung hukuman maksimalnya yaitu pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. Aturan itu tercantum pada BAB VI bagian Ketentuan Pidana. Ada pun penjelasan klasifikasi larangan minuman beralkohol itu tercantum pada BAB II bagian Klasifikasi. Berikut penjelasannya:

BAB II

KLASIFIKASI

Pasal 4

(1) Minuman Beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:

a. Minuman Beralkohol golongan A adalah Minuman Beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);
b. Minuman Beralkohol golongan B adalah Minuman Beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan
c. Minuman Beralkohol golongan C adalah Minuman Beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).

(2) Selain Minuman Beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang Minuman Beralkohol yang meliputi:

a. Minuman Beralkohol tradisional; dan
b. Minuman Beralkohol campuran atau racikan.

oknws.

LEAVE A REPLY