Indonesia Raih Urutan Ketiga Kejuaraan Karate Tradisional Asia-Afrika 2020

0
627
Kejuaraan Karate Tradisional Afro-Asia Online 2020.
Kejuaraan Karate Tradisional Afro-Asia Online 2020.

JAKARTA, Nawacita – Indonesia menempati urutan ketiga perolehan medali di kejuaraan Karate Tradisional Afro-Asia Online 2020 yang digelar pada 31 Oktober – 2 November 2020. Di kejuaraan Ini, Merah Putih menyabet 3 medali emas, 2 Perak, dan 7 Perunggu.

Ketua Umum Indonesia Tradisional Karate Federation (INATKF) Muchlas Rowi mengapresiasi perjuangan para karateka selama mengikuti kejuaraan ini. Indonesia menurunkan 70 atlet yang bertanding di beberapa nomor lomba.

“Kita patut apresiasi keberhasilan para karateka, meskipun tidak sesuai target juara umum seperti dalam kejuaraan sebelumnya. Namun, yang patut diapresiasi adalah perjuangan para atlet di kejuaraan tersebut,” kata Muchlas. Kejuaraan yang digelar secara virtual atau daring itu diikuti oleh 10 negara baik dari Benua Asia, Afrika dan Eropa, yakni Indonesia, Mesir, Tunisia, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Uzbekistan, Jepang, Portugal serta Prancis.

Menurut Muchlas, penilaian yang dilakukan secara daring menjadi salah satu kendala bagi para atlet dalam mengikuti kejuaraan ini. Selain itu, kendala teknis yang lain juga mempengaruhi penilaian terhadap para karateka yang bertanding. Namun, terlepas dari itu, Muchlas menilai Indonesia tetap mengukir prestasi membanggakan di kejuaraan tersebut. Bisa masuk tiga besar dalam daftar perolehan medali merupakan pencapaian mengagumkan.

Baca Juga: Fakta Khabib Nurmagomedov, Sang Juara UFC yang Kini Pensiun

Medali emas Indonesia diraih Nanda Putra Nagara, Callysta Salsabila, Libran Septian. Dua medali perak dari Reyvando Rahmadi dan Galang Virgiawan Ramadhani. Sementara tujuh medali perunggu atas nama Dimitri Arkaan, Chilla Nabila, Muhammad Arim Maliki, Cristian Tobim, Surya Ramdani, Dina Fuji Hayati, serta Pretty Swastika.

Ketua I Bidang Organisasi INATKF, Bachtiar Effendy mengatakan, dalam kejuaraan ini, Indonesia dipercaya sebagai penyelenggara yang bekerja sama dengan ATKF. Menurutnya, ini menunjukkan perkembangan Karate Tradisional di Indonesia semakin tumbuh, sehingga pandemi virus Corona tidak menjadi penghalang untuk menggelar kejuaraan bergengsi tersebut.

“Jadi dengan keikutsertaan dan peran aktif INATKF yang dipimpin HM. Muchlas Rowi sangat memberikan semangat baru dan dampak positif bagi perkembangan Karate Tradisional tidak saja di Indonesia, juga benua Asia-Afrika bahkan Eropa dan Amerika,” kata Cecep, sapaan akrab Bachtiar.
Baca Juga: Pelajar SMA Bawa Indonesia Juara Dua Dunia Ajang IEO 2020

Dia menyebutkan, prestasi Indonesia yang semakin berkibar di bidang karate tradisional, membuat Federasi Karate Tradisional Eropa yaitu WFF – Fudokan secara langsung mengundang Indonesia berpartisipasi dalam Kejuaraan Prague Open Karate Cup 2020.

Selain itu, dengan peran aktif Indonesia di dunia Internasional, membuat Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Haryono Isman menginstruksikan agar Indonesia menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Karate Tradisional pada tahun 2022.

“INATKF adalah satu-satunya cabor Karate Tradisional di Indonesia yang telah lengkap legalitasnya sesuai UU di dalam negeri. Juga secara internasional adalah member dari International Federation untuk Karate Tradisional dunia yaitu ITKF. Oleh karena itu INATKF telah berperan aktif mengembangkan Karate Tradisional secara nasional, regional dan internasional,” kata Cecep.

sdnws.

LEAVE A REPLY