22 Oktober Sejarah Dunia: VOC Kalah Di Taiwan Hingga Hari Santri Nasional

0
113
Hari Santri Nasional.
Hari Santri Nasional.

SOLO, Nawacita – Pada 22 Oktober 1663, pasukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda kalah dalam pertempuran di Teluk Liaoluo, Taiwan. Peristiwa itu merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang layak dikenang pada hari ke-295—hari ke-296 dalam tahun kabisat—sesuai sistem Kalender Gregorian, 22 Oktober.

Selain VOC yang kalah di Taiwan, masih banyak peristiwa bersejarah lain yang terjadi pada 22 Oktober. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah, selain VOC kalah di Taiwan, yang dihimpun dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org, dalam Hari Ini Dalam Sejarah, 22 Oktober:

906
Pasukan Kesultanan Abbasiyah pimpinan Ahmad bin Kayghalagh menyerbu pasukan Kekaisaran Bizantium di Tarsus, Turki. Pasukan Kesultanan Abbasiyah lantas membawa sekitar 4.000 hingga 5.000 tawanan. Salah satu komandan pasukan Kekaisaran Bizantium menyerahkan diri dan diklaim masuk Islam.

1383
Raja Portugal Ferdinand I meninggal dunia tanpa memiliki seorang anak lak-laki. Hal itu memicu konflik dan perebutan takhta yang melibatkan Portugal yang dibantu Inggris dan Kastilia yang didukung Prancis dan Aragon. Konflik itu berakhir pada 1385 saat John I secara resmi dinobatkan sebagai Raja Portugal dan diakui pihak Kastilia.

1663
Pasukan Dinasti Ming mengalahkan pasukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda dalam pertempuran di Teluk Liaoluo, Taiwan. Peristiwa itu menjadi pertempuran antar-angkatan laut terbesar yang melibatkan pasukan Tiongkok dan pasukan dari Eropa sebelum Perang Opium meletus.

1707
Empat kapal perang milik Angkatan Laut Inggris hilang ketika melintas di perairan Kepulauan Scilly. Awak kapal berjumlah 1.550 orang dipastikan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Peristiwa yang disebabkan kesalahan navigasi itu menjadi yang terburuk sepanjang sejarah Angkatan Laut Inggris. Kejadian itu kini dikenang dengan sebutan Bencana Angkatan Laut di Scilly.

1777
Di masa Perang Revolusi Amerika, Pasukan Hesse-Kassel menyerbu wilayah Fort Mercer, National Park, New Jersey, Amerika Serikat (AS) demi mengalahkan pasukan AS. Namun sebaliknya, pasukan Hesse-Kassel justru dikalahkan dengan mudah meskipun jumlah tentaranya lebih banyak dibandingkan tentara AS.

Baca Juga: 21 Oktober Sejarah Dunia: Jepang Lakukan Serangan Kamikaze Hingga Myanmar Ganti Bendera Nasional

1859
Spanyol mendeklarasikan perang terhadap Maroko dan memicu Perang Spanyol-Maroko yang berlangsung selama lebih dari enam bulan. Deklarasi perang dari Spanyol itu dipicu masalah perbatasan dengan Maroko yang tak kunjung usai. Perang tersebut berakhir dengan kemenangan Spanyol yang berhasil merebut wilayah Ceuta dan Melilla dari Maroko.

1941
Pasukan Jerman mengeksekusi mati 30 orang anggota kelompok pemberontak di Prancis. Eksekusi mati itu dilakukan sebagai pembalasan atas kematian seorang perwira militer Jerman yang dibunuh kelompok pemberontak di Prancis.

1943
Pasukan Angkatan Udara Inggris menyerang Kota Kassel di Jerman dan menimbulkan kebakaran hebat. Akibatnya, sekitar 10.000 orang tewas dan 150.000 orang kehilangan tempat tinggal mereka. Korban dari serangan tersebut kebanyakan merupakan warga sipil.

1946
Pasukan Uni Soviet melakukan perekrutan paksa terhadap lebih 2.000 tenaga ahli dan ilmuwan berkebangsaan Jerman yang masih tinggal di wilayah kekuasaan Uni Soviet setelah Perang Dunia II berakhir. Sebanyak 2.000 orang itu dipaksa bekerja di bawah pemerintah Uni Soviet. Peristiwa itu disebut dengan Operasi Osoaviakhim.

1949
Arsene Wenger lahir di Strasbourg, Prancis. Kini, ia dikenal luas sebagai pelatih yang pernah menangani klub besar di Inggris, Arsenal, sejak 1996 silam hingga 2018. Wenger merupakan manajer terlama dan paling sukses yang pernah menangani Arsenal. Dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, Wenger telah mempersembahkan tiga gelar juara Liga Inggris, tujuh gelar juara Piala FA, dan enam gelar juara FA Community Shield.

Baca Juga: Sejarah dan Kumpulan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2020

1950
Sastrawan Mengeluarkan Manifesto, Beberapa sastrawan Indonesia yang kemudian dikenal dengan sebutan Angkatan ’45 mengeluarkan manifesto. Manifesto sendiri adalah pernyataan sikap sebuah kelompok yang diumumkan kepada publik dan sering bermuatan politis. Para sastrawan tersebut mengeluarkan surat yang bernama Surat Kepercayaan Gelanggang yang diterbitkan ke dalam salah satu majalah pada 22 Oktober.

1955
Republik Vietnam Diproklamasikan, Vietnam Selatan diproklamasikan sebagai Republik Vietnam dengan menggunakan referendum pada 22 Oktober 1955. Ketika itu pasukan Ngo Dinh Diem mengklaim telah memenangkan pemungutan suara di Saigon.

Kemudian ia berhasil menggulingkan Kaisar Bao Dai, dan dipaksa untuk menerbitkan sebuah permohonan terakhir yaitu agar negara itu bersatu di bawah suatu pemerintahan yang demokratis. Tidak lama dari proklamasi itu, pasukan Ngo Dinh Diem ditetapkan menjadi presiden pertama untuk Republik Vietnam pada 26 Oktober 1955.

2015
Hari Santri Nasional, Tepat pada 22 Oktober 2015 diperingati sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama.

Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisi perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

soknws.

LEAVE A REPLY