Umrah Dibuka Kembali, DPR Senang Hati Sambut Kebijakan Arab Saudi

0
204
Umrah Dibuka Kembali, DPR Senang Hati Sambut Kebijakan Arab Saudi.
Umrah Dibuka Kembali, DPR Senang Hati Sambut Kebijakan Arab Saudi.

JAKARTA, Nawacita – Pemerintah Arab Saudi segera membuka layanan ibadah umrah secara bertahap mulai 4 Oktober 2020 mendatang, setelah beberapa bulan dihentikan akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Kabar ini pun disambut gembira Komisi VIII DPR yang membidangi soal haji dan umrah.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mengaku sangat senang mendengar kabar segera dibukanya kembali layanan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi ini. “Kita senang hati mendengarkan kebijakan yang diambil Pemerintah Arab Saudi ini karena sebelum menemukan vaksin dan obat yang mujarab untuk melawan Covid-19 ini, tidak boleh tidak, kita harus hidup bersama Covid-19,” tuturnya, Rabu (23/9/2020).

Marwan yang juga Ketua Panja Haji DPR ini mengatakan, kebijakan tersebut sangat tepat. Sebab, jika harus menunggu sampai vaksin ditemukan diperkirakan masih bakal lama.

“Sementara orang mau beribadah banyak hal yang terkait di dalamnya. Di sisi lain ada keinginan spiritual, di satu sisi di dalamnya ada juga proses manajemen dan bisnis. Kalau lama-lama berhenti, ini akan banyak manajemen yang kesulitan untuk mengatur perusahaannya. Bisa-bisa mereka akan digeruduk oleh jamaah yang tidak diberangkatkan dan lama-lama akan habis modalnya,” katanya.

Baca Juga: Larangan Umroh, 90 Jamaah di Jambi Terancam Batal Berangkat

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, selama ini sejak pemberhentian layanan umrah yang disusul dengan tidak adanya pengiriman ibadah haji, perusahaan atau agen perjalanan umrah dan haji tidak bisa memutarkan modal usahanya. Dengan dibukanya kembali layanan umrah meski secara bertahap dan terbatas, menurut Marwan, hal itu akan itu akan menjawab dua persoalan sekaligus.

Pertama, yakni menjawab kebutuhan spiritual umat muslim dunia, dan kedua adalah menjawab harapan para agen perjalanan dalam melangsungkan usahanya. “Kita memahami dilakukan secara bertahap karena tidak bisa dibuka langsung full 100%. Bertahap dulu supaya ada pembiasaan manajemen pengaturan pergerakan orang,” katanya.

Kedua, dengan pelaksanaan secara bertahap dan terbatas, bisa diketahui seperti apa protokol kesehatan dijalankan. Dan ketika langkah awal hanya dibuka 30% dari kapasitas, bagaimana kondisi jamaah ketika nanti kembali dari umrah apakah semua selamat atau seperti apa.

“Jadi kita tentu sangat bergembira karena kebutuhan jamaah muslim sedunia akan terjawab, sekalipun terbatas. Itu akan mengurangi antrian. Jadi ada harapan lah kalau sudah dibuka. Ya umpamanya begini, ada orang yang sudah lama berharap akan melaksanakan umrah, kalau sudah dibuka gini, ada harapan, kalau gak bisa bulan depan, ya bulan depannya lagi, ada harapan,” urainya.

Bagi agen perjalanan, dengan adanya kabar baik ini, mereka sudah bisa mulai mengatur kembali usahanya. Sebab selama ini sudah banyak jamaah yang sebenarnya sudah tahap berangkat, namun tidak bisa diberangkatkan.

Baca Juga: BPKH Harus Gelar Rapid Test Calon Jemaah Haji

Bahkan, saat penghentian mendadak oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, beberapa bulan lalu, sebagian jamaah ada yang sudah di-issued tiket keberangkatannya, ada pula yang sudah di bandara. Sebagian lainnya bahkan ada yang sudah sampai di Arab Saudi. “Untuk mengatur itu semua tidak mudah. Kalau lama-lama seperti itu, modalnya habis dan termakan oleh lambannya pemberangkatan,” katanya.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi akan mulai mengizinkan jamaah untuk melakukan umrah secara bertahap, sambil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan keputusan itu diambil setelah menilai perkembangan virus Corona dan sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ritual tersebut.

Tahap pertama akan mencakup mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober. Ini setara dengan 6.000 jamaah per hari. Fase kedua akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram menjadi 75 persen, yang akan mencakup 15.000 jamaah dan 40.000 jamaah per hari mulai 18 Oktober.

Pada tahap ketiga, jamaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas penuh 20.000 jemaah dan 60.000 jemaah per hari. Tahap keempat akan membuat Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko Covid-19 telah hilang.

oknws.

LEAVE A REPLY