Wisata Desa Trawas Segera Bangkit di Masa Pandemi Covid-19

0
134
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan destinasi wisata baru paralayang dan agrowisata di Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan destinasi wisata baru paralayang dan agrowisata di Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto.

SURABAYA, Nawacita – Pariwisata merupakan salah satu sektor paling terdampak pandemi COVID-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim pada bulan Juli 2020 hanya 76 orang.

Jumlah itu turun 99,69% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 24.913 kunjungan. Guna menggairahkan sektor pariwisata, pada Kamis (27/8/2020), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan destinasi wisata baru paralayang dan agrowisata di Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Orang nomor satu di Jatim itu berharap di lokasi tersebut bisa menjadi satu kesatuan dengan tempat wisata lainnya. Terutama yang berada di kawasan Trawas sehingga membuat pengunjung lebih tertarik untuk datang.

Baca Juga: Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali, Khofifah: Jaga Protokol Kesehatan

Dibukanya tempat wisata tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah di Desa Trawas. Sekaligus pemberdayaan dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi juga menyatakan, pihaknya saat ini fokus mengembangkan destinasi wisata di wilayah Trawas sehingga diharapkan menjadi tujuan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Sinarto menyebut, wisata Trawas menarik karena mendapat bantuan dana desa (BUMDes). Dengan BUMDes, desa ini bisa membuat lokasi wisata baik petik sayur maupun paralayang.

Baca Juga: Destinasi Wisata Nihi Sumba, Hotel Terbaik di Dunia Tempat Rachel Vennya Liburan

“Kami akan tetap melakukan edukasi agar desa wisata Tretes bisa lebih berkembang lagi. Seperti membuat even, olahraga paralayang dan wisata petik sayur,” ujarnya, Rabu (2/9/2020).

Sinarto meminta pada pengelola wisata agar serius melakukan tata kelola wisata lebih bagus, menyenangkan dan memperhatikan faktor kesehatan pengunjung. Dengan demikian, wisata ini akan digemari masyarakat.

“Daya tarik wisata harus terintegrasi dengan desa wisatanya. Jangan sampai ditempat daya tarik malah dipenuhi bangunan rumah baru yang mengganggu fasilitas kepariwisataan,” jelasnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY