Materai 3000-6000 Bakal Dihapus

0
343
Ilustrasi

Surabaya, Nawacita – Menteri Keuangan RI (Menkeu RI) Sri Mulyani berencana akan menaikkan tarif bea materai menjadi Rp 10.000.

Menurutnya bea meterai perlu direvisi karena sudah terlalu lama dari Undang-undang (UU) sebelumnya berdasarkan nomor 13 tahun 1985 tentang bea meterai. UU tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Sehingga tarif sebelumnya Rp 3000 dan Rp 6000 akan segera dihapus.

Kebijakan tarif bea materai tersebut menurutnya sudah tidak lagi relevan karena selama 34 tahun belum pernah mengalami perubahan.

“Sementara itu kondisi dan situasi dalam masyarakat dan perekonomian mengalami perubahan sangat besar dalam 3 tahun terakhir terutama di bidang ekonomi, hukum, sosial dan adanya teknologi informasi dan digital,” kata Sri Mulyani, Senin (24/8/2020).

Dinaikkannya tarif bea meterai ini dapat menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap kegiatan usaha mikro kecil dan menengah. Dengan bea meterai naik juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara di tengah pandemi Covis-19.

“Dibandingkan 2019 penerimaan bea meterai dari RUU bea meterai berada pada kisaran Rp 11,3 triliun atau meningkat Rp 5,7 triliun,” tambahnya.

Sri Mulyani menjelaskan terdapat 6 klaster dalam RUU bea meterai yakni klaster obyek dan non obyek, klaster tarif, klaster saat berutang, klaster subyek dan pemungut bea cukai, klaster pembayaran dan terakhir klaster fasilitas. Dari 6 klaster, baru 4 klaster yang dibahas.

“Mengingat dalam pembahasan RUU bea meterai pada periode 2015-2019 belum selesai, maka dalam rapat pertimbangan program legislasi nasional atau prolegnas dan sesuai keputusan DPR mengenai prolegnas prioritas 2020 maka RUU bea meterai telah disepakati sebagai RUU yang sifatnya carry over,” ungkapnya.

Menkeu RI menambahkan bahwa pembahasan soal tarif bea materai ini akan dilakukan dengan tetap mengacu kepada pembahasan sebelumnya.

inf sby

 

LEAVE A REPLY