Allesgut Buat Gerakan Perubahan untuk Bisnis Adil Bagi Peternak Lokal Susu Sapi

0
509
Allesgut

Solo, Nawacita – Fakta akan rendahnya rata–rata standar kehidupan peternak susu sapi berskala kecil dan menengah di Indonesia terutama di Jawa Tengah, serta tingginya ketergantungan Indonesia akan susu impor guna memenuhi kebutuhan susu. Kondisi yang demikian ini, menggerakan seorang pensiunan insinyur teknik pangan asal Jerman yang bernama Claus Reineke untuk menginisiasi adanya Allesgut Indonesia. Allesgut adalah sebuah merek susu sapi yang dijalankan dengan menjunjung nilai–nilai bisnis yang adil, beretika dan bertanggungjawab.

Allesgut Indonesia didirikan di kota Solo pada tahun 2019, Claus Reineke bercita–cita untuk membantu meningkatkan kesejahteraan peternak susu sapi di Jawa Tengah dengan harapan dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap susu sapi impor.

“Beliau heran mengapa negeri sebesar Indonesia tidak memperhatikan kondisi para peternak skala kecil dan menengah ini, padahal mereka inilah backbone industri susu di Indonesia. Tetapi pemerintah malah terlena dengan susu impor. Sedangkan pemerintah di negara lain, berusaha sekuat tenaga untuk melindungi peternak susu sapi mereka dari serbuan susu impor” kata Rani team marketing Allesgut.

“Bayangkan saja, Indonesia sampai saat ini masih sangat bergantung terhadap susu impor karena produksi susu lokal hanya 20% – 25% yang digunakan dari total keseluruhan kebutuhan susu di Indonesia. Namun sekarang pertanyaannya, mengapa masih banyak peternak susu sapi kita yang susah mengangkat standar kesejahteraan kehidupan mereka? Padahal permintaan susu sapi masih begitu besar?” imbuhnya dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

Menurut Rani, mendirikan peternakan sapi sendiri melalui impor sapi sampai ribuan ekor untuk memenuhi kebutuhan produksi bukanlah sebuah jalan keluar, karena mereka tidak akan bisa berkontribusi secara positif untuk membantu para peternak susu sapi lokal yang ada di Indonesia. Konsep tersebut lebih cocok bagi sebuah bisnis yang tidak ingin melibatkan para peternak susu sapi lokal.

Kondisi peternak susu sapi lokal skala kecil dan menengah di Indonesia pada kenyataannya memang masih jauh dari kata sejahtera. Selain karena minimnya pendapatan mereka bahkan sering pula mereka harus menanggung kerugian setiap bulannya, model industri susu di Indonesia yang oligopsony juga membuat rendahnya bargain power peternak kita karena terbatasnya jumlah pembeli.

Kondisi ini menyebabkan rendahnya tingkat regenerasi peternak susu sapi di Indonesia karena bagi generasi penerus, lebih baik merantau ke kota dari pada meneruskan peternakan orang tua mereka. Padahal tanpa peternak susu sapi skala kecil dan menengah di Indonesia, bangsa kita akan selalu bergantung kepada susu impor.

Lebih jauh lagi menurut Rani, dengan semangat Fair Trade dan keinginan untuk membuat sebuah perubahan bagi peternak susu sapi skala kecil & menengah di Indonesia, Allesgut memiliki sistem pendekatan bisnis yang berbeda. Dengan konsep farm-to-consumer yang berarti mengendalikan semua aspek mulai dari peternak hingga bagaimana produk Allesgut sampai ditangan konsumen, memungkinkan Allesgut untuk memonitor & memastikan nilai–nilai bisnis yang mereka miliki diterapkan diseluruh proses supply chain. Selain memperlakukan para peternak dengan fair, Allegut juga meminta para peternak dan rekanan usaha agar memberikan upah yang layak kepada pegawai mereka sesuai dengan UMR yang berlaku, serta memastikan adanya upaya untuk meningkatkan upah dari waktu ke waktu.

Allesgut Indonesia membeli susu secara langsung dari para anggota peternak dengan mekanisme perhitungan harga beli yang adil & layak sehingga dapat memberikan kepastian dan jaminan pendapatan serta keuntungan yang stabil bagi para peternak secara berkesinambungan. Serta memberikan pelatihan dan pendampingan secara konsisten dan terus menerus.

Haryanto, salah satu anggota peternak Allesgut mengatakan bahwa para anggota ternak merasa sangat diuntungkan dengan kehadiran Allesgut di desa mereka karena mereka diajarkan untuk menjadi peternak yang maju. Mereka juga tahu bahwa mereka tidak akan rugi lagi sehingga berangsur-angsur dapat menikmati standar kehidupan yang lebih baik dan mengangkat status ekonomi mereka. Mulai dari kepastian harga beli yang adil sehingga memberikan kepastian bahwa mereka tidak akan rugi, kecepatan respon dari pihak Allesgut saat dibutuhkan oleh para peternak, hingga sistem pembayaran yang transparan dan langsung sehingga tidak ada potongan–potongan oleh pihak-pihak ketiga.

Gerakan Perubahan lainnya yang sedang Allesgut lakukan adalah mengajak konsumen untuk lebih bijaksana dalam membeli sebuah produk. Allesgut merasa ikut bertanggung jawab untuk memberikan pertimbangan kepada konsumen dalam membuat keputusan yang tepat dalam membeli sebuah produk serta melihat dari sudut pandang yang berbeda. Apakah dengan membeli produk tersebut mereka dapat secara tidak langsung ikut berkontribusi demi kesejahteraan para peternak Indonesia dan kebaikan bersama? Karena banyak perusahaan dengan konsep CSR, nyatanya hanya formalitas saja.

Allesgut percaya bahwa masih ada konsumen di Indonesia dalam membeli sebuah produk tidak hanya mengenai harga murah. Masih ada yang memiliki kesadaran & bersedia membeli sebuah produk dengan harga yang wajar karena nilai–nilai yang terkandung dalam produk tersebut.

Dny

 

LEAVE A REPLY