Pemprov DKI Izinkan Live Music Akustik di Restoran

0
380
Pemprov DKI Izinkan Live Music Akustik di Restoran.
Pemprov DKI Izinkan Live Music Akustik di Restoran.

JAKARTA, NawacitaPemprov DKI Jakarta kembali melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk sektor hiburan. Kali ini pertunjukan musik hidup atau live music di restoran sudah diperbolehkan.

Aturan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Nomor 2976 Tahun 2020 tentang Perpanjangan PSBB Masa Transisi dalam Penanganan Pencegahan Penularan Covid-19 di Sektor Usaha Pariwisata.

Kendati demikian, dalam SK yang diteken Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparekraf DKI Gumilar Ekajaya itu, disebutkan live music yang ditampilkan hanya boleh menggunakan alat akustik, bukan elektrik. Selain itu pengelola restoran juga harus menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 lainnya.

Baca Juga: Bali Revival 2020, Konser Musik Drive-in Pertama di Ubud

“Restoran/Rumah Makan. Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan hanya diperbolehkan melaksanakan pertunjukan jenis musik akustik,” ujar Gumilar dalam SK, Jumat (21/8/2020). Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Bambang Ismadi membenarkan restoran sudah diizinkan menggelar live music akustik.

“Live music cuman akustik bolehnya,” kata Bambang saat dihubungi wartawan. Bambang menyebut alat musik elektrik tidak diizinkan karena akan membuat para pengunjung turun  menikmatinya di lantai restoran.

Baca Juga: Tahukah? Musik Bisa Tingkatkan Produktivitas Kerja

Ia khawatir hal ini akan membuat kerumunan dan membuat penularan Covid-19. “Belum boleh (pakai alat musik elektrik). Berisik soalnya. Kalau kencang (suaranya) kan memancing orang turun ke lantai,” jelasnya.

Namun jika ingin memaksa memakai alat musik elektrik, maka hanya boleh menampilkan pertunjukan melalui rekaman seperti aturan yang sudah ada sebelumnya. Ia menyebut kebijakan ini bertujuan untuk memberdayakan para musisi kafe. “Pokoknya kalau dia masuk kelasnya akustik silahkan saja,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, kata Bambang, pihaknya akan membuat surat edaran untuk para pelaku industri kafe dan restoran. Nantinya akan dibuat aturan lebih rinci mengenai teknis live music akustik jika ingin digelar oleh pengelola. “Nanti kita buat semacam surat edaran supaya lebih jelasnya. Ngatur berapa-berapanya, lebih ke teknis-teknisnya,” pungkasnya.

suanws.

LEAVE A REPLY