Ganjar Izinkan Masyarakat Gelar Tirakatan dengan Protokol Kesehatan

0
118
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

SEMARANG, Nawacita – Kabar gembira bagi masyarakat Jawa Tengah yang ingin menggelar doa bersama atau tirakatan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah mengizinkan masyarakat menggelar tradisi tirakatan pada malam peringatan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2020.

Namun demikian, Ganjar mengingatkan agar malam tirakatan digelar dengan sederhana dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, malam tirakatan merupakan tradisi yang telah dilakukan bangsa ini sejak lama dan harus dilestarikan. “Meski pandemi, tapi tidak apa-apa kalau masyarakat mau menggelar malam tirakatan. Yang penting jangan banyak-banyak orangnya dan harus mematuhi protokol kesehatan,” kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Ganjar: Bagi Orang Jawa Tengah Sing Penting Iso Madhang

Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak menggelar acara ramai-ramai pada saat malam tirakatan jelang peringatan hari kemerdekaan itu. Masyarakat diminta tidak berkeliling dan membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

“Silahkan tirakat di rumah masing-masing, atau di tempat ibadah masing-masing. Bisa di masjid, langgar, gereja, pura dan lainnya. Silahkan, nggak papa,” pintanya.

Ganjar juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah berdoa bersama saat pelaksanaan malam tirakatan tersebut agar pandemi COVID-19 segera selesai. Doa itu penting untuk mendukung ikhtiar lahir yang selama ini gencar dilakukan.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Marahi Kerumunan Warga saat Antre Pencairan BST

“Yuk kita doa bersama, mendoakan bangsa ini agar ikhtiar lahir yang kita kerjakan itu mendapat energi dari ikhtiar bathin atau spiritual. Mudah-mudahan pandemi ini lekas berlalu,” ucapnya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak menggelar lomba-lomba. Apabila hendak mengadakan lomba, Ganjar mengusulkan agar lomba memeriahkan hari kemerdekaan dilakukan secara virtual.

“Lomba-lomba nggak usahlah. Kalau mau lomba, yang virtual saja, agar tidak ada kerumunan dan tidak terlalu banyak bersentuhan. Kalau lomba seperti biasanya, itu risikonya tinggi. Daripada menyesal kemudian, lebih baik jangan,” pungkasnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY