Dijegal Perwali 33, Pekerja Seni Sambat Ke Dewan

0
100

Surabaya, Nawacita – Permasalahan Perwali nomor 33 tahun 2020 masih berlanjut. Kali ini Paguyuban Seniman Seniwati Tradisi (Pasi) sambat ke Komisi D DPRD Surabaya pada Senin 10 Agustus 2020.

Kuswanto, ketua Pasi meminta komisi D DPRD Surabaya agar menyalurkan keluh kesahnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sehingga pekerja seni bisa bekerja dengan nyaman kembali.

“Semuanya sudah bisa beraktifitas dan seniman tradisi belum bisa sampai sekarang. Lah ini yang kami bawa dari aspirasi teman-teman. Alhamdulillah diterima dengan baik di Komisi D,” ujar seniman Ludruk itu.

Menyinggung beberapa aksi di Balai Kota Surabaya terkait penolakan Perwali 33, mengatakan, jika teman-teman PASI sepakat tidak turut andil dalam aksi itu karena ingin membuat gerakan sendiri.

“Makanya kemarin teman-teman PASI itu tidak mau melakukan aksi bukan karena diam gak ada gerakan. Tetap ada gerakan. Gerakan ini bagi saya yang ditangkap harus positif,” tuturnyam

Di tempat yang sama, Badru Tamam selaku anggota Komisi D, meminta agar Pemkot Surabaya memiliki solusi terbaik dalam permasalahan ini.

“Kita menyadari pendemi ini bukan hanya menyerang surabaya tapi sudah menjadi bencana dunia. Pemerintah harus cerdas mencari solusi dan jalan keluar,” pungkas politisi PKB itu.

Badru menambahkan, jika pihak Komisi D sudah sering mendesak Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya agar membuat suatu terobosan inovasi bagi penggiat seni.

“Kita akan secepatnya untuk mempertemukan apa yang sulit oleh mereka dan tidak deketahui oleh pemerintah. Nanti kita pertemukan antara pihak penggiat seni dan Pemerintah Kota,” tuturnya.

(and)

LEAVE A REPLY