Perwali Meresahkan, Mahfudz: Jangan Asal Buat Peraturan!

0
69

Surabaya, Nawacita– Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 33 tahun 2020 yang sempat menimbulkan protes di Balai Kota belakangan ini mendapat tanggapan dari Wakil ketua Fraksi PKB. Pasalnya anggota DPRD tersebut menilai pembuatan Perwali itu dibuat secara serampangan.

Mahfudz selaku ketua Fraksi PKB mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mencabut Perwali yang merugikan itu. Pasalnya pada Perwali yang mengatur jam malam, banyak merugikan pedagang kecil seperti PKL dan Warkop.

“Jangan asal buat peraturan! Tapi tidak dikaji secara komperhensif. Perwali 28 masih bagus. Mengakomodir semuanya. Kalau Perwali 33 kan engga,” ujarnya pada Kamis, 6 Agustus 2020 saat ditemui di ruang kerjanya.

Mahfudz juga meragukan Perwaki itu dibuat untuk memutus mata rantai. Ia beranggapan bahwa Perwali itu justru banyak merugikan masyarakat kecil serta menguntungkan segelintir orang saja.

“Contoh PKL Pucang itu bukanya jam 9 malam setelah toko sekitarnya tutup. Maka mereka secara otomatis setelah tutup jam 10 malam tidak dapat uang untuk makan. Lalu kenapa mall dibuka normal? Padahal mall ini lebih resisten. Kalau memang Perwali untuk memutus rantai penyebaran virus, terus mall gimana? Kenapa tetap dibuka?” paparnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya ini juga mengaku sudah menolak Perwali 33 sejak awal aturan itu ditandatangani. Sebab Ia menilai aturan tersebut tidak komperhensif.

“Kalau ini dibiarkan akan tumbuh benih2 masyarakat lagi. Seharusnya Pemkot benar-benar mengkaji secara akademis,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY