PSI Komentari Sekolah Akan Dibuka, Dispendik: Jangan Salah Presepsi!

0
233

Surabaya, Nawacita – Isu mengenai sekolah akan kembali melakukan tatap muka santer dibicarakan. Sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mulai gencar melakukan simulasi sekolah secara tatap muka.

Hal tersebut mendapat komentar dari anggota DPRD fraksi PSI. Menurut fraksi berlogo bunga itu, langkah pembukaan sekolah dianggap tidak ilmiah. Mulai dari data tingkat kesembuhan sampai pertimbangan lainnya. Seperti index persepsi resiko masyarakat.

“Batalkan saja rencana tersebut, Surabaya belum siap untuk membuka kembali sekolah,” ujar Ketua Fraksi PSI William Wirakusuma pada Selasa 4 Agustus 2020.

William juga menambahkan bahwa negara sekelas Korea Selatan saja bahkan menutup kembali sekolah-sekolah yang sempat dibuka. Menurutnya, Korea Selatan adalah negara yang sangat baik dalam penanganan wabah Corona. Misal saja kota Seoul jika dibandingkan dengan kota Surabaya pelaksanaan test PCR tidak sama. Selain itu, di Seoul pengawasan protokol kesehatan dilakukan dengan sangat ketat.

“Jangan sampai membuat klaster baru dengan pembukaan sekolah-sekolah. Jangan membahayakan anak-anak,” lanjutnya.

Di sisi lain, Sudarminto selaku Kepala Bidang Sekolah Menengah Dispendik Surabaya membantah bahwa sekolah akan dilakukan tatap muka kembali. Ia mengatakan pelaksanaan simulasi ini hanya mempersiapkan bila sewaktu-waktu sekolah akan dibuka kembali.

“Jangan salah presepsi! Ketika kami lakukan simulasi ini, jangan berpikiran seolah besok sekolah akan dibuka kembali. Kami hanya ingin memastikan bahwa sekolah-sekolah ini siap. Ketika kemudian sewaktu-waktu sekolah itu diperbolehkan melakukan tatap muka kembali,” ujarnya saat diwawancarai Nawacita di SMP 17 Agustus Surabaya, pada Selasa 4 Agustus 2020.

Darminto sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pelaksanaan pembukaan sekolah tidak bisa begitu saja. Ada mekanisme yang harus dilalui terlebih dahulu. Seperti zona di Kota Surabaya harus hijau. Lalu mendapat izin dari Menteri Pendidikan dan Kesehatan terlebih dahulu.

“Ada banyak tahap yang harus dilalui. Kita harus lakukan kajian dulu bersama ahli bisa atau tidak dibuka. Kajian itu kita laporkan ke Pemerintah Pusat. Kedua sekolah itu bisa dibuka kembali, ketika Surabaya sudah menjadi zona hijau. Berdasarkan SKB 4 menteri kan yang merah tidak boleh, yang kuning tidak boleh, hijau boleh,” tukasnya.

Ditanya terkait simulasi, Darminto mengatakan hanya memantau saja sekolah mana yang sarana dan prasarananya siap. Sehingga bisa dibedakan mana yang siap mana yang tidak.

“Kita simulasi sampai selesai. Jadi benar-benar protokol dan Sarpras terpenuhi,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY