Kumpulan Amalan yang Bisa Dikerjakan di Hari Arafah

0
498
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita Hari Arafah jatuh pada hari ini, tepat tanggal 9 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah. Tanggal tersebut bertepatan dengan jamaah haji yang berkumpul di Padang Arafah, Makkah untuk melakukan wukuf, ibadah puncak haji.

Bagi umat Muslim yang tidak pergi haji di hari Arafah, maka disunnahkan untuk berpuasa. Salah satu keutamaan berpuasa di hari Arafah adalah akan dihapuskannya dosa dua tahun oleh Allah SWT.
Namun selain berpuasa, umat Muslim juga dapat melakukan rangkaian ibadah lain sebagai amalan di hari Arafah. Berikut kumpulan amalan yang bisa dikerjakan di hari Arafah, 9 Dzulhijjah.

Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa menjadi amalan yang bisa dikerjakan di hari Arafah. Hal ini seperti yang telah diriwayatkan Imam at-Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh sahabat Amr bin Syuaib.
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ» رواه الترمذي.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa terbaik adalah doa hari Arafah. Dan doa terbaik yang aku dan para nabi ucapkan adalah “Laa ilaaha illallah wahdahu la syarika lahu. Lahul Mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai’in qadir.” (H.R at-Tirmidzi).
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Serta Keutamannya

Bersedekah
Tanpa melihat jumlah, bersedekah juga termasuk amalan yang bisa dikerjakan di hari Arafah. Anjuran ini telah diriwayatkan Ibnu Abbas yang tercantum dalam beberapa kitab hadis enam (kutub as-sittah) seperti Imam Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majjah.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa seorang yang keluar dari rumahnya dengan jiwa atau harta tanpa mengharap balasan adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan pada hari Arafah.
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ».
Artinya, “Tidak ada hari-hari yang dicintai Allah untuk mengerjakan amal saleh kecuali hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” “Bahkan jihad fi sabilillah wahai Rasul?” tanya sahabat. “Iya, bahkan jihad fi sabilillah, kecuali seorang laki-laki yang keluar dari rumahnya dengan jiwa raganya dan hartanya dan tidak berharap semua balasan atas hal tersebut kembali kepadanya.”
Baca Juga: Bacaan Sholawat Nariyah, Kunci Pembuka Rezeki dan Terkabulnya Hajat
Memperbanyak Dzikir dan Tahlil
Dianggap sebagai tanda peneguhan keimanan kepada Allah SWT, berdzikir dan tahlil menjadi amalan yang baik dikerjakan di hari Arafah. Menurut hadist Riwayat Ath-Thabrani, ada kalimat tahlil yang biasa dibaca Nabi Muhammad saat Hari Arafah.
أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر
Artinya: “Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: Laa Ilaha Iillallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai-in Qadiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).”

Mengumandangkan Takbir
Dalam sebuah riwayat Abdullah bin Umar, diceritakan bahwa Rasulullah SAW bersama para sahabat yang melaksanakan haji mengumandangkan takbir di hari Arafah. Hal ini juga yang membuat takbir menjadi salah satu amalan yang bisa dikerjakan di hari Arafah.
suanws.

LEAVE A REPLY