Obral Janji’ Dana Stimulan Kampung Tangguh

0
306

Surabaya, Nawacita – Dana stimulan untuk Kampung Tangguh yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak kunjung turun. Alhasil warga RW 03 Kelurahan Bendul Merisi sambat terkait janji itu.

Bagus, selaku koordinator Wani Sejahtera Kampung Tangguh Bendul Merisi RW 03 mengatakan belum ada dana yang turun dari Pemkot. Ia juga meminta bila memang ada dana untuk Kampung Tangguh agar segera diturunkan.

“Belum ada dana untuk Kampung Tangguh yang turun. Hanya dana terkait BST, KKS, dan terdampak Covid-19 dan itupun belum merata,” terangnya saat dihubungi Nawacita pada Rabu 29 Juli 2020.

Bagus juga menceritakan, untuk awal pembuatan Kampung Tangguh saja sudah menghabiskan dana sekitar 10 juta rupiah. Dana ini dipakai untuk membuat pagar, biaya pengelasan dan konsumsi jaga pada minggu pertama Kampung Tangguh di tempatnya.

“Sekarang kami membuat 6 portal di gang. Sampai tiang besi penyanggah tenda yang dimiliki kampung, diubah menjadi portal. Untuk biaya portal saja sudah habis sekitar 10 juta. Belum yang lainnya,” imbuhnya.

Laki laki yang juga salah satu Ketua RT di RW 03 itu juga mengaku kurang mengetahui bila ada dana Stimulan untuk Kampung Tangguh. Ia mengaku baru mengetahui sejak dihubungi oleh Nawacita.

“Untuk dari saya sendiri belum tahu informasi tersebut. Baru tau dari panjenengan. Ya semoga beneran ada dana untuk Kampung Tangguh,” tukasnya.

Senada dengan Bagus, warga Kampung Tangguh Wonorejo juga tidak mengetahui bakal ada dana stimulan dari Pemkot. Eko Sulistiyo Wakil Ketua RW 04 kelurahan Wonorejo mengatakan sejak di launching oleh Pemkot, tidak ada dana sedikitpun yang mengucur dari Pemkot.

“Dana stimulan kita belum ada. Sejak kapan itu bilang ada dana stimulan? Belum ada, walau Kampung Tangguh ini pernah dilaunching oleh Pemkot. Dulu itu kan juga dilaunching sebagai bentuk apresiasi saja dari Pemkot dan Kapolda. Yasudah kami juga engga berharap lebih,” tuturnya.

Eko sapaan akrabnya mengeluhkan bahwa Kampung Tangguh yang digawanginya sampai harus meminjam uang sebanyak 2,5 juta rupiah. Sebab kekurangan donatur yang mau menyumbangkan dana.

“Selama ini pendanaan berasal dari donatur. Kami juga pinjam dana talangan dulu sebesar 2,5 juta. Tapi pengembaliannya ditanggung salah satu tokoh masyarakat,” keluhnya.

Dikutip dari Times Indonesia Pemkot masih menunggu jawaban resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), agar dana stimulan sebesar 10 juta itu bisa segera dicairkan. Namun menurut Hendro Gunawan, Sekretaris Daerah Kota Surabaya mengaku jawaban BPK sudah ada di tangan Pemkot. Sekarang pihaknya sedang meramu juknis pencairan dana stimulan tersebut.

“Jawaban BPK sudah ada ini. Sekarang kami sedang membuat laporan ke Ibu Wali Kota,” ujar Hendro seperti yang dikutip dari laman TimesIndonesia.com.

Rencananya akhir bulan ini, Pemkot menargetkan dana stimulan ini akan cair. Serta bisa didistribusikan kepada Kampung Tangguh di seluruh Surabaya

“InsyaAllah secepatnya ya (penyelesaiannya). Mohon doanya ya biar segera selesai,” katanya.

Sebelumnya pada awal 9 Juli 2020, Wishnu Sakti Buana (WSB), Wakil Wali Kota menjanjikan penambahan stimulan untuk Kampung Tangguh di Surabaya. Namun dana itu disebut-sebut masih belum dicairkan karena masih terganjal jawaban dari BPK.

(and)

LEAVE A REPLY