WANI ! RELAWAN GUGUS TUGAS COVID-19 SURABAYA SUKSESKAN AKSI LANJUTAN DI ZONA HITAM

0
226

Surabaya, Nawacita – Sejak Surabaya dinyatakan sebagai zona hitam wilayah Jawa Timur, dimana angka korban positif covid-19 nyatanya kian hari makin meningkat drastis. Kini daerah tersebut akhirnya menjadi sorotan utama dr. Tirta dan kawan-kawannya untuk lakukan aksi lanjutan “pencegahan covid-19” selain di daerah Jakarta.

Hampir serupa dengan kegiatan sebelumnya, aksi ini dilaksanakan pada Rabu (08/07) sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dengan sasaran pokok pedagang pasar.
Dimana mereka akan diberikan masker, hand sanitizer, face shield, dan leafet, serta sosialisasi bagaimana cara mencegah penyebaran covid-19 secara tepat.

Didukung oleh beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Jawa Timur, diantaranya Brigade Pelajar Islam Indonesia (BPII), Dompet Dhuafa, Pemuda Muslim, Aliansi Mahasiswa Surabaya, dan beberapa influencer serta relawan pengusaha yang dipimpin oleh Tom Liwafa, yang akhirnya merekapun berkolaborasi dan bersinergi untuk mensukseskan aksi tersebut, sehingga terbentuklah satu tim kuat yang dinamakan “Relawan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya.”

Aksi tersebut dikakawanin di lima pasar utama Surabaya, diantaranya Pasar Wonokromo, Jojoran, Kapasan, Pabean, dan Simo. Selama melakukan aksi tersebut, Salim selaku perwakilan BPII dan koordinator relawan gugus tugas covid-19 Surabaya, mengungkap bahwa beberapa pedagang pasar cukup antusias dengan kedatangan mereka, “Ketika melihat kami tiba sambil membawa beberapa APD, banyak diantara mereka yang tergesa-gesa menghampiri kami,” ujarnya sambil tertawa tipis.

Bahkan, diantara pedagang ada yang merasa takjub, “Bagi mereka, ini adalah momen pertama kalinya terdapat sekelompok orang yang berani terjun langsung memberikan bantuan kepada mereka, mereka seperti serasa baru diperhatikan,” tambahnya.

Menurut Sureza Sulaiman, Komandan Koordinator Pusat BPII sekaligus koordinator lapangan aksi tersebut, tujuan diadakan aksi di Surabaya ini hampir sama seperti yang di Jakarta, “Tidak berbeda dari sebelumnya di Jakarta, aksi ini juga bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada pedagang pasar Surabaya dan memberikan edukasi bagaimana cara menjaga kesehatannya secara benar,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Tirta, pun juga menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menghilangkan dampak negatif yang telah dirasakan oleh masyarakat Surabaya, berupa rasa takut yang berlebihan, “Rasa takut masyarakat Surabaya saat ini melebihi orang-orang Jakarta. Orang Surabaya sekarang banyak yang lebih takut rapid test ketimbang pocong,” tuturnya.

Di samping itu, dr. Jibril selaku koordinator relawan kesehatan Jawa Timur pun merasa bersyukur dengan adanya aksi ini, “Saya sangat merasa bahagia, akhirnya Surabaya bisa melakukan hal positif untuk mencegah penyebaran covid-19,” ungkapnya.

Berkaitan dengan ungkapan sebelumnya, maka menurut Salim, aksi ini akan berlanjut terus diadakan hingga persebaran covid-19 di Surabaya sudah dapat teratasi dengan baik. Ia dan beberapa kawan-kawannya pun juga memiliki rencana ke depan, “InsyaaAllah kita akan diadakan seperti ini lagi ke beberapa pasar tadi untuk membagi beberapa ratus masker yang belum sempat terbagikan secara menyeluruh,” jelasnya.
Dengan adanya aksi ini, semua kalangan relawan yang terlibat berharap, agar seluruh warga Jawa Timur, khususnya Surabaya, mampu berani tangani covid-19 dengan semangat hasthtag #WaniLawanCovid.

LEAVE A REPLY