Anggaran Kemenparekraf 2020 Alami Pengurangan

0
89
Anggaran Kemenparekraf 2020 Alami Pengurangan.
Anggaran Kemenparekraf 2020 Alami Pengurangan.

JAKARTA, Nawacita – Anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tahun anggaran 2020 mengalami perubahan dari Rp5,4 triliun menjadi Rp3,3 triliun atau berkurang sekira Rp2,1 triliun.

Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR. “Komisi X DPR menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf pada APBN Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp2,045 triliun,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng saat memimpin rapat kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenparekraf di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Dalam rapat ini, Komisi X DPR juga menyetujui pagu indikatif belanja Kemenparekraf/Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp8 triliun. Total anggaran tersebut meliputi RAPBN sebesar Rp4,111 triliun dan usulan tambahan sebesar Rp3,888 triliun yang di dalamnya mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp454,3 miliar.

Baca Juga: Jokowi: Antisipasi Pergeseran Tren Pariwisata Dunia Selepas Pandemi

Pada kesempatan yang sama, anggota Dewan juga mengapresiasi kinerja Kemenparekraf/Baparekraf khususnya dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia di masa-masa yang akan datang,” kata Agustina.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dalam rangka memasuki fase normal baru. Termasuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environment-CHSE).
Baca Juga: Menparekraf Ingatkan PHRI Bangun Ekosistem Pariwisata

Tahapan-tahapan tersebut termasuk promosi nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan Covid-19 serta kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurut dia, hal tersebut sangat penting karena jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam waktu satu atau dua hari, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan itu butuh waktu lama

“Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik,” ungkap Wishnutama.

sdnws.

LEAVE A REPLY