Muhammad Khadafi : “Peumulia jamee” memuliakan tamu budaya masyarakat Aceh.

0
615

“Dr. H. Muhammad Khadafi,S.H.,M.H.
(Anggota DPR-RI) Dapil Lampung Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa”

Lampung, NAWACITA – (Kamis, 2/7/2020) Inisiatif masyarakat aceh dalam menyelamatkan Pengungsi Rohingya dan penanganan oleh Pemerintah Daerah merupakan hal yang patut di apresiasi.

Sebelumnya para pengungsi rohingya yang terombang-ambing di lautan sejak 22 Juni 2020 tersebut dibawa seusai magrib dari desa Lancok, Sekitar 15 Kilometer dari kota lhoksumawe, mereka dibawa ke daratan oleh para nelayan setelah mendapat desakan dari penduduk sekitar. Saat ini, sesuai dengan protocol kesehatan penanganan pandemic covid-19, seluruh Pengungsi Rohingya telah menjalani Rapid test dan seluruhnya dinyatakan non-reaktif.

Kedatangan pengungsi rohingya bukanlah situasi yang terjadi untuk pertama kalinya, Namun telah terjadi sejak pecahnya konflik di Myanmar pada tahun 2015, yang mengakibatkan masyarakat Rohingya terpaksa menyelamatkan diri dan meninggalkan tempat tinggalnya.

Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Lampung dari Partai Kebangkitan Bangsa, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. ini Merasa Bangga sebagai Putra Aceh yang lahir di tanah Serambi Mekah Mengapresiasi langkah mulia yang di contohkan kepada dunia bahwa aceh adalah daerah yang sangat Istimewa. Disampaikan pada awak Media Nawacita.

“ Kita harus respon positif pada masyarakat aceh yang menyelamatkan pengungsi Rohingya. Suasana kebatinan masyarakat Aceh memang penuh dengan rasa kemanusiaan . Apalagi Aceh juga pernah mengalami musibah tsunami dan seluruh dunia menolongnya.
Masyarakat Aceh memiliki adat “Peumulia Jamee”, memuliakan tamu. Jadi begitu mereka melihat ada orang yang terdampar di tengah lautan, maka Refleksi kemanusiaannya muncul. Bahkan mereka menganggapnya tamu dan harus di muliakan. Peumulia jamee adalah nilai-nilai yang diterapkan Islam dan itu menjadi budaya masyarakat Aceh.

Melihat penderitaan sekelompok orang terombang-ambing dilautan, maka yang diutamakan adalah rasa kemanusiaan. Apa yang dilakukan oleh ratkat Aceh tersebut adalah suasana nurani mereka bicara. Sebagaimana keyakinan berdasarkan Islam yang mereka hayati. Mereka akan terperangkap rasa dosa sepanjang hayat jika membiarkan sekumpulan anak manusia yang menderita di tengah lautan.

Mantan Ketua Umum HIPMI Lampung tersebut Mendukung upaya pemerintah dalam menyelidiki berbagai kemungkinan dibalik persoalan tersebut serta Mendorong Kerjasama dengan Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR ) dalam menangani pengungsi. Tutup sering disapa Khadafi.

Reporter : Nurul Fazri

LEAVE A REPLY