Jalan Tunjungan dan Darmo Disekat untuk Pesepeda

0
221
foto istimewa

Surabaya, nawacita – Pemerintah Kota Surabaya melakukan penyekatan jalur di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo untuk memfasilitasi kegiatan bersepeda warga. Ini dikarenakan jalur sepeda yang selama ini sudah ada tidak mampu menampung membludaknya jumlah pesepeda beberapa hari terakhir.

AKBP Muhammad Suud Kurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP terkait aturan ini.

“Kita rasakan beberapa waktu terakhir saudara-saudara kita, terutama adik-adik yang menggunakan sepeda sudah sangat banyak sekali. Kita sebagai pengemban lalu lintas melihat situasi, sarana prasarana kurang memadai,” kata AKBP Suud kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (27/6/2020) malam.

Penyekatan di Jalan Tunjungan dilakukan pada Sabtu (27/6/2020) malam hingga pukul 22.00 WIB, mulai pos polisi Mal Siola sampai sebelah selatan Hotel Mojopahit.

Sedangkan penyekatan untuk Jalan Raya Darmo dilakukan besok Minggu (28/6/2020) pagi hingga pukul 10.00 WIB.

Suud mengatakan, penyekatan ini bisa dilakukan di beberapa jalan yang lain dalam waktu-waktu tertentu jika ditemukan banyaknya pesepeda yang melewati jalur tersebut. Sehingga penyekatan bersifat temporer dengan melihat situasi di lapangan.

“Kita adakan rapat koordinasi dengan Dishub dan Satpol PP, kita cetuskan berdasarkan survey ada jam-jam dan hari-hari tertentu yang mana jumlah pesepeda sangat banyak,” tambahnya.

Disisi lain, Kota Surabaya masih dalam zona merah penyebaran kasus Covid-19. Untuk itu, Satpol PP memberikan edukasi terkait protokol protokol kesehatan yang harus dipenuhi para pesedepa.

“Harus pakai masker, bawa sepeda harus taat lalu lintas seperti kalau (bersepeda) di malam hari tambah lampu penerangan. Pakai baju rompi, menggunakan lajur kiri, kalau menyebrang di tempat penyebrangan dan kalau ada lampu merah tetap harus berhenti,” katanya.

Ia juga meminta saat jam bersepada telah selesai dan lajur pesepeda dibuka kembali, maka mereka akan dipaksa untuk membubarkan diri.

“Disekat sampai jam 22.00-an, kita lihat situasi. Teman-teman juga harus segera pulang. Saya kira jam 22.00 WIB sudah cukup lah untuk berolahraga malam,” ujarnya.

ss

LEAVE A REPLY