Memasuki New Normal, Pakar Tuntut Perusahaan Bisa Beradaptasi dengan Pola Kerja Baru

0
243

Surabaya, Nawacita – Memasuki masa new normal pasca Pandemi Covid-19, semua akan terasa berubah. Baik dari pola kehidupan sampai dengan pola di bidang lainnya. Termasuk bidang pekerjaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dimas Aryo Wicaksono, dosen Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Air langga (Unair) mengatakan ada beberapa hal yang harus dirubah. Termasuk hubungan kerja perusahaan dan karyawan.

Ia mengungkapkan perusahaan dan karyawan harus ada saling komitmen dalam hal perekonomian dan kesehatan. “Masa new normal menjadi tantangan baru bagi perusahaan dan karyawan untuk saling peduli terutama dalam masalah kesehatan,” ungkapnya pada Senin 22 Juni 2020.

Lanjutnya laki-laki yang akrab disapa Aryo ini menuturkan bahwa perushaan dituntut bisa menyeimbangkan ekonomi dan kesehatan karyawan. Sehingga perushaan dan karyawan mampu bertahan walaupun sedang dilanda krisis.

Namun tidak hanya perushaan yang dituntut, karyawan juga memiliki tanggung jawab dalam pengembangan skill dan disiplin kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa kesehatan tidak saja hanya fisik, melainkan kesehatan mental juga perlu dijaga.

“SDM bagi perusahaan adalah aset berharga yang harus dijaga dan menjadikannya mereka dapat terjamin dengan sebuah komitmen,” tegasnya.

Berbeda dengan Aryo, Dosen magister Manajemen Unair Gabcar Candra berpendapat bahwa new normal ini adalah momen mengubah kesadaran. Adapun yang akan berubah seperti cuti. Bukan tidak mungkin kali ini, cuti karena penyakit flu bisa diberikan.

“Berfikir secara jangka panjang harus dilakukan oleh perusahaan agar dapat bertahan dalam masa new normal. Perusahaan yang tidak dapat berubah dan berinovasi akan hancur secara perlahan,” ujarnya.

Gancar juga mengungkapkan nilai siap untuk berevolusi harus diterapkan sejak dini pada perusahaan dan karyawan. Pemetaan karyawan pada saat ini menjadi alternatif bagi sebuah perusahaan untuk tetap menjalankan roda perekonomian.

Selain itu, WFH (Work Form Home) yang sempat dianjurkan pemerintah juga bakal menjadi momentum yang menarik. Apalagi perushaan dituntut bisa mengembangkan teknologinya. Serta WFH akan bisa menjadi suatu kebiasaan di tengah pekerja.

“Secara tidak langsung, WFH telah mengubah jam kerja secara lebih fleksibel secara tempat maupun waktu. Saya memperkirakan protokol kesehatan dan kemampuan teknologi menjadi tolok ukur baru pada masa new normal bahkan secara jangka panjang pada dunia kerja,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY