Marka Jalan di Mojokerto Diubah Seperti Garis Start di Sirkuit Balap

0
408
Marka Jalan di Mojokerto Diubah Seperti Garis Start di Sirkuit Balap.
Marka Jalan di Mojokerto Diubah Seperti Garis Start di Sirkuit Balap.

MOJOKERTO, Nawacita – Era new normal atau tatanan masyarakat baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) bakal segera diberlakukan pemerintah. Upaya penyesuaian di berbagai sektor pun mulai dipersiapkan.

Seperti yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini. Traffic light di Jalan Pahlawan, Kota Onde-onde, diubah mirip starting grid (Garis Start) sirkuit balap motor. Dishub Kota Mojokerto membuat marka jalan baru di lokasi tersebut.

Pengendara motor yang biasanya tidak teratur saat berhenti di traffic light, kini harus berhenti tepat di garis putih mirip starting grid di sirkuit balap. Garis ini berfungsi untuk mengatur jarak antrean antara pengendara motor satu dengan lainnya saat berhenti di traffic light.
Baca Juga: Kemenhub Tetapkan Sistem Empat Zonasi Selama New Normal

“Untuk mempersiapkan tatanan new normal harus diawali dengan analisa dan evaluasi kondisi etimologis Kota Mojokerto, seperti apa,” kata Plt Kepala Dishub Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya Senin (15/6/2020).

Sejauh ini, baru satu traffic light yang dibuat mirip starting grid sirkuit balap oleh Dishub Kota Mojokerto. Satu titik lokasi itu, nantinya akan digunakan sebagai salah satu indikator guna mengecek kesiapan dan tingkat kepatuhan masyarakat menghadapi tatanan new normal.

“Ada banyak yang kita persiapkan di sektor transportasi untuk menghadapi new normal ini. Salah satunya untuk mendukung physical distancing di persimpangan (traffic light) itu. Ini kita sedang uji coba diterapkan di salah satu persimpangan. Nanti kita evaluasi dan sosialisasikan,” jelasnya.
Baca Juga: Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri

Jika dari hasil evaluasi nantinya pembuatan garis mirip starting grid sirkuit balap itu efektif, Dishub Kota Mojokerto bakal membuat garis serupa di seluruh titik traffic light. Tentunya, itu akan dilakukan secara bertahap. Sembari memberikan edukasi terhadap para pengguna jalan.

“Kalau seluruhnya di Kota Mojokerto ada kurang lebih sekitar 20 persimpangan (traffic light) yang bisa diterapkan ke depannya, tapi ini bertahap,” tandas Gaguk. Sementara itu, dilansir dari data Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Dinas Kesehatan (Dinkes) jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 40 orang. Dari jumlah itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan pasien sembuh sebanyak lima orang dan yang masih menjalani perawatan medis sebanyak 34 orang. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 10 orang. Lima diantaranya meninggal dunia dan sisanya sudah selesai pengawasan.

sdnws.

LEAVE A REPLY