New Normal, 15 Juni Pesantren di Solo Kembali Beraktivitas

0
339
Pondok Pesantren Ta'mirul Islam di Kota Solo.
Pondok Pesantren Ta'mirul Islam di Kota Solo.

SOLO, NawacitaSANTRI Pondok Pesantren Ta’mirul Islam di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, dijadwalkan kembali beraktivitas pada 15 Juni 2020, seiring penerapan program kenormalan baru (new normal). Berdasarkan surat edaran yang tertulis santri kelas VI atau setara kelas XII SMA di Ta’mirul Islam Solo diminta kembali ke pondok untuk menyelesaikan program akhir.

Sementara santri kelas I sampai V dijadwalkan kembali pada 14 Juli. Sedangkan santri baru dijadwalkan hadir di pondok pada 30 Juli. Semua santri yang kembali ke Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Solo diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas.

Pimpinan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Solo Muhammad Ali Naharussurur mengatakan saat ini sedang dibahas persiapan dimulainya kembali kegiatan belajar-mengajar (KBM) para santri.

Baca Juga: Wapres Gelar Rakornas Bersama KPAI Bahas Kesiapan Pesantren di Masa New Normal

“Sementara masih musyawarah. Hasil musyawarah ada kemungkinan anak-anak mulai dihadirkan di pondok pertengahan Juni. Tetapi hasil rapat masih sangat mungkin berubah terkait waktu kedatangan,” ujar dia, dikutip wartawan, Jumat (12/6/2020).

Jadwal Bisa Berubah

Perubahan waktu tersebut melihat perkembangan situasi dan kondisi pandemi coronavirus disease (covid-19) di Kota Solo. Bila memang sudah memungkinkan, pondok pesantren akan dibuka untuk kegiatan belajar-mengajar seperti sebelum sedia kala.

Tapi bila memang belum memungkinkan, rencana dimulainya kembali kegiatan belajar di pemondokan bisa saja diundur. “Masih bisa berubah terkait waktu dimulainya kembali belajar di pondok. Bisa maju atau mundur,” kata dia.

Menurut Abah Ali –sapaan akrab Muhammad Ali Naharussurur, pihaknya akan menyiapkan infrastruktur pendukung penerapan protokol kesehatan bila aktivitas pondok kembali dibuka. Tujuannya mencegah persebaran covid-19 kepada santri di lingkungan Ponpes Ta’mirul Islam Solo.

Baca Juga: 7.000 Santri Pondok Pesantren Jombang Dipulangkan

“Sekiranya santri mulai masuk kami akan siapkan segala sesuatunya terkait dengan protokol kesehatan agar tak terjadi persebaran covid-19. Sebenarnya wastafel cuci tangan sudah ada, tinggal disesuaikan jumlahnya,” urai dia.

Jikalau memang dinilai kurang atau belum proporsional, penambahan fasilitas seperti wastafel bisa saja dilakukan. Ketika ditanya terkait jumlah santri Ponpes Ta’mirul Islam Solo, Ustadz Ali menyatakan lebih dari 1.000 orang.

Para santri diliburkan sementara sejak Pemerintah Kota Solo menetapkan kejadian luar biasa (KLB) pandemi covid-19. Di sisi lain, Ustadz Ali menilai persiapan penerapan protokol juga perlu dilakukan di pusat-pusat keramaian kota, seperti mal, pertokoan, dan fasilitas perbelanjaan.

oknws.

LEAVE A REPLY