Anak Dari Nakes Satgas COVID-19 di Ponorogo Dapat Kuota PPDB 1 Persen

0
240
Kantor Dinas Pendidikan Ponorogo
Kantor Dinas Pendidikan Ponorogo

Ponorogo, Nawacita – Pemprov Jatim melalui Pemkab Ponorogo mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan yang bertugas dalam menangani COVID-19. Caranya dengan melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi anak para tenaga kesehatan yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA.

Keputusan ini diambil sebagai penghargaan kepada para tenaga kesehatan dalam menangani pandemi COVID-19. Sebab, biasanya untuk jenjang SMA digunakan sistem zonasi. Akhirnya, saat ini ada kuota khusus sebesar 1 persen dari total jumlah pagu bagi anak tenaga kesehatan yang bertugas.

“Ini merupakan kebijakan dari Gubernur Jatim harus kita jalankan lewat Dinas Pendidikan, ada tambahan kebijakan baru terutama dalam masa pandemi. Bagi anak tenaga kesehatan yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMA diberi jatah pagu sebesar satu persen,” tutur Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso kepada detikcom, Jumat (12/6/2020).

Eko menjelaskan jumlah pagu untuk SMA ada 544 rombongan belajar siswa atau berjumlah 3.604 siswa. Diambil sekitar satu persen didapat 36 anak yang terbagi di 16 SMA di Ponorogo.

“Jadi 16 sekolah tersebut dapat 1 hingga 3 siswa per sekolah,” terang Eko.

Wacana ini, lanjut Eko, dikhususkan bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke jenjang SMA saja. Sebab, untuk SMK lebih longgar aturannya karena tidak ada sistem zonasi seperti SMA.

“Kebijakan PPDB ini dikhususkan untuk SMA saja, kalau SMK belum karena tidak ada sistem zonasi,” jelasnya.

Eko menambahkan disinggung soal persyaratan pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena belum ada petunjuk lengkap dari Pemprov seperti apa.

“Secara spesifik belum, belum tahu melampirkan apa. Mungkin Bupati Ponorogo bisa mengeluarkan SK Tim Satgas COVID-19 ini terkait tenaga kesehatan termasuk sopir ambulance,” tukasnya.

Menurutnya, aturan ini sesuai dengan arahan Gubernur Jatim untuk Ponorogo yang ditunjuk tim kesehatan yang bertugas di RSUD dr Harjono Ponorogo dan RS Aisyiyah.

“Dua rumah sakit tersebut yang ditunjuk pemerintah,” pungkasnya.

Detik.com

LEAVE A REPLY