Dewan Desak PDAM Buka Layanan Tatap Muka Kembali

0
250

Surabaya, Nawacita- Tutupnya pelayanan tatap muka PDAM Surya Sembada kota Surabaya menjadi sorotan salah satu anggota DPRD Surabaya. Pasalnya pelayanan daring dianggap menyulitkan berbagai kalangan warga Surabaya.

Anas Karno Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya menyesalkan keputusan yang diambil PDAM. Ia mengatakan bahwa PDAM belum melakukan sosialisasi terhadap kebijakan tersebut. Sebab tidak semua pelanggan mengerti tata cara pelayanan secara daring.

“PDAM wajib dan harus segera melakukan sosialisasi kepada semua pelanggan. Karena mengingat banyak pelanggan yang masih belum tahu sampai sekarang ini cara online seperti apa. Keluhannya juga by phone seperti apa dan penindakannya juga seperti apa,” ujarnya saat ditemui Nawacita di ruang komisi B pada Selasa 9 Juni 2020.

Anas sapaan akrabnya menganggap keputusan PDAM mengalihkan pelayanan secara online ini dirasa kurang maksimal.
Karena masih banyak keluhan pelanggan yang perlu diselesaikan secepat mungkin, dan itu harus dilakukan melalui tatap muka.

“Kalau terjadi keluhan warga itu hanya by phone saja, maka itu saya rasa kurang maksimal pelayanannya. Kecuali kalau begitu ada keluhan apa, kemudian ditindaklanjuti langsung dari pihak PDAM tidak ada masalah,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Politisi PDI Perjuangan ini berharap, sistem pelayanan tatap muka buka seperti biasa. Sehingga pelanggan yang tidak terlalu mengerti tentang sistem daring bisa dilayani dengan baik.

Lanjutnya, menurut Anas yang terpenting adalag penerapan protokol kesehatan. Seperti penerapan sosial distancing, pakai masker dan cuci tangan. Selain itu Anas juga menyesalkan kebijakan yang dilakukan PDAM. Apalagi Surabaya akan melakukan New Normal.

“Ini juga saya rasa sudah mulai dibukanya masa new normal. Bukan malah menutup sekarang. Harusnya kalau mau dilakukan seperti sosial distancing dan lain-lain, itu harusnya awal-awal. Tidak dilakukan saat sekarang ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, Adi Nugroho selaku manajer humas PDAM mengatakan penutupan tersebut dimaksudkan untuk melatih pelanggan dengan sistem daring.

“Meniadakan tatap muka Mengurangi resiko dalam masa pandemi. Selain itu membiasakan pelanggan menggunakan layanan PDAM secara online,” imbuhnya melalui pesan tertulis kepada Nawacita pada Minggu 7 Mei 2020.

Diketahui PDAM menutup pelayanan tatap muka sejak hari Senin 8 Juni 2020. Serta belum ada kepastian tanggal di buka kembali.

(and)

LEAVE A REPLY