KAI Buka Opsi Naikkan Harga Tiket Kereta

0
32

“Foto: Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo/Dokumentasi PT KAI”

Jakarta, Nawacita. – PT KAI tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk operasional kereta penumpang pada saat new normal di tengah pandemi Covid-19. Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, mengaku punya dua skenario yang tengah dipertimbangkan.

“Kami sedang menyiapkan, dan kami nanti akan melihat new normal ini sesuai arah kebijakan pemerintah, relaksasi daripada protokol kami ikuti. Jadi kami menyiapkan skenario-skenario tergantung level relaksasinya. Memang terkait pembatasan jumlah penumpang dalam rangka social distancing, ini kami ada 2 opsi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5/2020).

Skenario pertama adalah mengikuti pola social distancing di dalam kereta yang sekarang berlaku. Dengan begitu, nantinya penumpang tetap akan dibatasi 50% dari total kapasitas kereta.

“Apabila okupansi kereta hanya 50% maka perlu adanya penyesuaian tarif,” bebernya.

Kemudian, apabila angkutan new normal sesuai kapasitas biasa atau full, maka dia akan meningkatkan protokol pencegahan Covid-19 secara lebih ketat. Nantinya, dalam skenario ini, para penumpang akan diberikan alat pelindung wajah.

“Penumpang akan dilengkapi pakai face shield dan pemeriksanaan suhu dilakukan tiga jam sekali. Kemudian setiap 30 menit akan ada petugas yang membersihkan misalnya gagang pintu, pintu toilet atau barang barang yang rentan dipegang penumpang,” tambahnya.

Kendati begitu, dia masih akan menunggu kepastian kebijakan pemerintah mengenai new normal. Artinya, kenaikan tarif belum tentu diberlakukan.

“Nah terkait dengan okupansi, memang dengan okupansi 50%, maka ya otomatis KAI kalau mengoperasikan itu akan tetap rugi, sehingga kami akan berkomuniaksi kemungkinan untuk penaikan tarif,” kata Didiek.

Nantinya, dia menyebut tidak semua moda kereta akan mengalami kenaikan tarif. Melainkan hanya pada kerata api jarak jauh saja.

“Apabila okupansi 50% ya ini seperti yang ada di pesawat udara, kemungkinan kami akan ajukan kenaikan tarif. Namun logikanya kenaikan tarif ini hanya untuk kereta jarak jauh saja. Kalau untuk commuter line relatif tetap,” ujarnya.

Cnbc

LEAVE A REPLY