18 Mei Sejarah Dunia: Perang Era Napoleon Meletus Hingga Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI

0
209
Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI.
Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI.

SOLO, Nawacita – Perang Era Napoleon meletus setelah Inggris membatalkan perjanjian damai dengan Prancis pada 18 Mei 1803. Pecahnya Perang Era Napoleon itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 18 Mei. Selain Perang Era Napoleon, masih banyak peristiwa bersejarah pada 18 Mei yang terangkum pada Hari Ini Dalam Sejarah, 18 Mei, yang dihimpun dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

1803
Pemerintah Inggris membatalkan perjanjian damai dengan Prancis. Perjanjian itu merupakan Perjanjian Amiens. Dalam kesempatan yang sama Inggris menyatakan perang terhadap Prancis. Perang itulah kemudian menjadi cikal bakal perang era Napoleon yang melibatkan beberapa negara lainnya di Eropa.

1804
Napoleon Bonaparte Naik Tahta, Napoleon Bonaparte menjadi seorang kaisar di Prancis. Selama duduk sebagai kaisar, Napoleon memiliki pengaruh besar terhadap persoalan-persoalan di Eropa selama lebih dari satu dekade, terutama dalam Perang Era Napoleon.

1896
Penobatan Nicholas II sebagai Tsar Rusia diwarnai kericuhan karena ramainya warga yang berdesakan untuk menonton penobatan Nicholas II di Lapangan Khodynka, Moskow. Peristiwa itu menewaskan 1.389 orang dan lantas dikenang dengan nama Tragedi Khodynka.

Baca Juga: 16 Mei Sejarah Dunia: Perang Rusia-Turki Berakhir Hingga Lahirnya Megan Fox

1940
Setelah berhasil menguasai Kota Brussels, Jerman terus berusaha menguasai semua kawasan di Belgia dengan menyerang Kota Antwerp. Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt meminta produsen pesawat tempur di negaranya untuk meningkatkan produksi demi menghentikan keganasan Jerman dalam Perang Dunia II.

1974
India Laksanakan Uji Nuklir Pertama Kali, Uji coba bom nuklir pertama kali dilakukan oleh India. Uji coba yang dilakukan itu sekaligus mengangkat nama India sebagai negara keenam yang memiliki kekuatan nuklir setelah Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Tiongkok, dan Prancis.

1980
Gunung Saint Helens di Washington, Amerika Serikat (AS) meletus dan memuntahkan lava setinggi 1.300 kaki dari mulut kawah. Sedikitnya 9 orang meninggal dunia dan 48 lainnya hilang. Letusan gunung tersebut juga mengakibatkan hujan abu tebal di kawasan Washington yang menyebabkan beberapa kawasan di negara bagian tersebut tak terkena sinar matahari.

1981
Mahamadou Diarra lahir di Bamako, Mali. Ia lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang pernah membela klub besar di Spanyol, Real Madrid, selama lima tahun. Setelah kontraknya di klub Inggris, Fulham, habis pada 2013 lalu, Diarra belum lagi mendapatkan klub meski ia belum menyatakan gantung sepatu.

1991
Astronot wanita asal Inggris, Helen Sharman, meluncur ke luar angkasa menggunakan pesawat ulang-alik milik Uni Soviet, Soyuz TM-12. Terbangnya Sharman itu sekaligus menjadikan dirinya sebagai orang pertama asal Inggris yang berhasil mencapai luar angkasa.

Baca Juga: Tahukah? Sejarah Awal Mula Keberadaan THR

1998
Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus berhasil menerobos masuk dan menduduki Gedung DPR/MPR RI. Peristiwa itu menjadi momentum dan untuk pertama kali pendudukan gedung DPR/MPR. Proses pendudukan gedung DPR/MPR RI dimulai dengan komitmen dari kontingen para ketua lembaga formal kemahasiswaan Jakarta yang tergabung di Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) untuk bermalam di gedung DPR/MPR RI sampai pimpinan dewan memastikan pengunduran diri Soeharto dari kursi kepresidenan RI.

Terdiri dari lebih kurang 50 orang ketua lembaga kemahasiswaan, kontingen ini menunjuk Henri Basel (Ketua Senat Mahasiswa IKIP Jakarta) sebagai koordinator aksi dan Heru Cokro (Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa UI) sebagai koordinator lapangan. Pada sore hari tanggal 18 Mei 1998, kontingen berhasil menemui pimpinan dewan bersama komponen-komponen aksi lain, dan mendapatkan pernyataan dari ketua DPR/MPR RI saat itu, Harmoko, yang menyerukan pengunduran diri Soeharto.

Pernyataan ini pun disambut positif oleh para anggota kontingen, namun ketika komponen-komponen aksi lain memutuskan untuk sementara pulang, kontingen mahasiswa tersebut justru memutuskan untuk bermalam sampai Soeharto benar-benar mundur dari kepresidenan sekaligus mempersiapkan kedatangan massa mahasiswa dari kampus masing-masing keesokan harinya.

Menduga proses aksi dan tuntutan akan berjalan lancar setelah seruan dari Harmoko, malah terjadi sedikit kepanikan pada para anggota kontingen ketika pada malam harinya. Saat itu, Jenderal Wiranto (Menhankam dan Pangab) menyatakan bahwa seruan Harmoko tidak konstitusional.

Kepanikan ini makin menjadi-jadi ketika di saat-saat berikutnya kontingen terus menerus mendapat informasi bahwa Gedung DPR/MPR RI akan diserbu dan dikosongkan tentara. Sempat terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kontingen, antara memutuskan pulang atau tetap bermalam. Pada akhirnya kemudian komitmen akhir seluruh kontingen adalah tetap bermalam, apapun yang terjadi.

1998
Pada ujung dari rangkaian demonstrasi besar-besaran di Indonesia, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhasil menerobos masuk ke Gedung DPR/MPR di Jakarta. Hal tersebut adalah kali pertama mahasiswa berhasil menduduki Gedung DPR/MPR.

2006
Perdana Menteri Italia yang baru terpilih, Romano Prodi, mencela keterlibatan pasukan Italia dalam perang di Irak. Selain itu, Prodi juga menyatakan segera menarik pasukannya dalam perang di Irak yang sudah melibatkan Italia sejak 2003.

soknws.

LEAVE A REPLY