Zero Case, Kampung Akuarium Punya Jurus Penangkal Corona

0
464
Zero Case, Kampung Akuarium Punya Jurus Penangkal Corona.
Zero Case, Kampung Akuarium Punya Jurus Penangkal Corona.

JAKARTA, Nawacita PANDEMI Covid-19 di Tanah Air, rasanya menjalar, bercabang, dan membentuk kenyataan baru. Banyak hal baru yang hadir di tengah kehidupan masyarakat: seretnya perekonomian hingga reproduksi ketakutan yang berjalan secara masif.

Namun, ada kenyataan baru yang bisa dijumpai di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebuah kawasan dengan narasi yang panjang. Sebuah kawasan yang pernah menghadapi musuh nyata: penggusuran.

Pada 2016, saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, kampung ini digusur. Alasan revitalisasi dan menduduki tanah negara menjadi narasi yang dimunculkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kala itu. Tiba di sekitar Kampung Akuarium, saya dan Yohanes –rekan sesama jurnalis– harus melewati portal yang tidak sepenuhnya tertutup. Kami berdua harus menunduk untuk bisa masuk ke dalam Kampung Akuarium.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo PSBB Tidak Perlu Diperpanjang Lagi

Kedatangan kami langsung disambut oleh Topaz Juanda, Ketua RT. 12 RW. 04, Penjaringan, Jakarta Utara. Kami berbicara banyak hal soal pandemi Covid-19 yang mewabah di Tanah Air hingga cara komunal Kampung Akuarium mengatasinya. Diakui Topaz, tak ada kasus Covid-19 di Kampung Akuarium. Artinya, tidak ada warga yang dinyatakan positif atau masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP). “Iya. Di sini 0 kasus,” ucap Topaz, Selasa (12/5/2020).

Topaz mengatakan, warga yang menghuni Kampung Akuarium sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi virus Corona. Sebelum Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal April 2020, warga Kampung Akuarium sudah ‘sedia payung sebelum hujan’.

Topaz bertutur, pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan dasar bagi para warganya. Misalnya, memberikan masker, mendata warganya sudah lanjut usia, hingga menerapkan tutup portal.

“Awal bulan Maret sudah paham akan pandemi ini. Kami persiapkan itu sebelum DKI menyatakan PSBB sebelum 9 April. Kami mempersiapkan masker untuk seluruh jiwa dan warga Akuarium. Selain itu, pembatasan dari portal keamanan dan pendataan kesehatan bagi lansia,” sambungnya.

Soal akses keluar masuk di Kampung Akuarium, Topaz punya cerita tersendiri. Akses keluar masuk, kata dia, sangat terbatas: singkatnya, hanya warga Kampung Akuarium yang bisa mengaksesnya. “Tadinya itu (portal) bentuknya besi jadi orang keluar masuk di sini terbatas sekali. ini tertibnya bukan main,” beber Topaz.

Bahkan untuk pengemudi ojek online yang mengantar penumpang dan makanan hanya diperkenankan sampai portal saja. Untuk tamu tak dikenal, jangan harap bisa berkunjung. Mereka hanya sebatas menunggu di depan portal saja. “Di sini, selain orang Kampung Akuarium tidak bisa masuk. Jadi tamu yang kami enggak kenal enggak boleh masuk. Gojek dan Grab juga sama, tunggu di luar,” tambahnya.

Baca Juga: Sembuhkan Pasien Corona, Jamu Contravid di Uji Laboratorium Lima Kedubes

Pada tanggal 30 April 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapid test-uji cepat- secara massal di Kampung Akuarium. Sebanyak 229 warga kampung Akuarium ikut dan dinyatakan negatif Covid-19.

“Kemarin pas tanggal 30 april Alhamdulillah sudah dilaksanakan rapid test dari Pemprov DKI sekitar 299 orang yang ikut negatif,” ucap Topaz. Tak jauh dari musala tempat kami berbincang dengan Topaz, berdiri sebuah bangunan untuk pendidikan anak usia dini. Namanya BKB PAUD Aquarium, sebuah lembaga formal yang diperuntukan bagi anak-anak di Kampung Akuarium.

Dharma Diani, koordinator Kampung Akuarium bertutur, kegiatan belajar mengajar di BKB PAUD Aquarium sudah ditiadakan sejak awal Maret 2020. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan guna menghindari kerumunan anak-anak dan pengajar. “Iya sejak awal Maret memang sudah tak ada kegiatan belajar mengajar di PAUD ini,” ucap Dharma.

Alhasil, para peserta didik harus menjalani kegiatan belajar di rumah masing-masing. Bahkan, kurikulum pendidikan yang sudah disusun oleh sejumlah tenaga pengajar disalurkan ke setiap rumah para peserta didik. “Jadi tuh kurikulum yang sudah disusun diantar ke rumah murid masing-masing,” tambahnya.

suanws.

LEAVE A REPLY