Siswa di Vietnam Kembali Masuk Sekolah Pasca Tiga Bulan Libur

0
280
Siswa di Vietnam Kembali Masuk Sekolah Pasca Tiga Bulan Libur.
Siswa di Vietnam Kembali Masuk Sekolah Pasca Tiga Bulan Libur.

SURABAYA, Nawacita Siswa-siswi di Vietnam kembali ke sekolah pada hari Senin (04/05) setelah Vietnam melonggarkan aturan lockdown. Vietnam juga melaporkan tidak ada infeksi virus corona baru yang ditularkan selama 17 hari berturut-turut. Melansir Channel News Asia, keputusan Vietnam untuk membuka kembali sekolah-sekolah datang setelah pemerintah melonggarkan aturan jaga jarak sosial pada akhir April.

Sebuah sekolah di Hanoi barat, siswa tingkat menengah berbaris dan diperiksa suhu tubuh sebelum masuk ke ruang kelas untuk pertama kalinya sejak lebih dari tiga bulan tidak bersekolah. “Saya sangat senang dan gembira karena membosankan berada di rumah,” kata Pham Anh Kiet dikutip dari Channel News Asia.

“Saya merasa aman ketika saya mengenakan masker dan diperiksa suhu tubuhnya, saya tidak takut terinfeksi virus (COVID-19),” tambahnya. Tran Dang Ngoc Anh, seorang siswa berusia 12 tahun mengatakan dia merindukan teman-teman dan guru-gurunya dan senang bisa kembali ke sekolah. Meskipun merasa sedikit khawatir karena mengenakan masker di kelas.

Baca Juga: Daripada Meliburkan Siswa, Sekolah Sebaiknya Buat Pencegahan

Ada sekitar 22 juta anak-anak usia sekolah dan mahasiswa di seluruh Vietnam. Setelah diliburkan pada akhir Januari, beberapa anak kembali ke sekolah minggu lalu. Tetapi untuk murid sekolah dasar dan TK harus menunggu.

Baca Juga: Sekolah Swasta Kesulitan Finansial Imbas Pandemi Covid-19

Meskipun sudah diperbolehkan masuk, pihak berwenang Vietnam masih tetap memberlakukan jarak sosial saat berada di sekolah. Murid-murid diperintahkan untuk tetap menjaga jarak sekitar 1,5 m setiap saat dan memakai masker.

Nguyen Xuan Khang, kepala sekolah di Hanoi, mengakui akan sulit untuk menjaga anak-anak tetap melaksanakan aturan jarak sosial tersebut. “Ketika waktu istirahat, mereka sangat aktif, akan sulit untuk membuat mereka tetap menjaga jarak,” katanya.

“Tapi tidak masalah, kita harus menerimanya. Semua orang tua memberikan masker pada anak-anaknya, dan kami juga membeli 10.000 masker untuk diberikan kepada anak-anak. Kami telah meletakkan banyak hand sanitizer di toilet.” pungkasnya.

suanws.

LEAVE A REPLY