401 Desa di Klaten Bikin Cadangan Pangan

0
216
ilustrasi
ilustrasi

”Ilustrasi”

Klaten, Nawacita. – Sebanyak 401 desa dan kelurahan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membentuk cadangan pangan pemerintah desa (CPPD). Cadangan ini untuk mengamankan kebutuhan pangan pokok menghadapi pandemi virus Corona atau COVID-19.

“Awal Mei ini berdasarkan rapat, kita segera tindaklanjuti harapan dari Kemendagri untuk dibentuk cadangan pangan pemerintah desa. Lewat lumbung pangan yang ada di desa,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Klaten Wahyu Prasetyo kepada detikcom di kantor Pemkab Klaten, Rabu (29/4/2020).

Wahyu menyebut dana pengadaan beras itu bisa diambil dari dana bantuan keuangan khusus atau dana desa. Pengadaan beras ini bisa satu sampai tiga bulan.

“Bisa satu, dua, atau tiga bulan dan ini masih kita hitung. Kebutuhan per kapita per orang sedang dihitung bersama Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Dinas Sosial,” tutur Wahyu.

Dengan skema ini, kebutuhan masyarakat desa selama pandemi Corona ini bisa terjaga. Untuk sementara, setiap desa bakal diminta menyimpan 1 ton beras per desa.

“Satu ton beras dulu. Kalau dihitung rata-rata itu akan cukup untuk minimal 650 orang selama satu bulan,” sambung Wahyu.

Wahyu menerangkan persediaan beras ini bukan disimpan sebagai lumbung. Namun menjadi cadangan pangan yang bisa diberikan gratis jika terjadi bencana.

“Bukan lumbung, tapi ini cadangan pangan. Jadi bisa dibagikan gratis dan pengadaan melalui Bumdes yang sudah ada di 311 desa dan yang 80 desa bisa membentuk organisasi yang sama,” jelas Wahyu.

Dia menambahkan saat ini ketersediaan pangan di Klaten secara umum masih aman. Sampai akhir April ini, masih ada stok 7.700 ton beras.

“Ada 7.700 ton sampai akhir April ini aman. Bulan Mei-Juni nanti ada panen yang setiap bulannya jika dikonversi beras ada 6.000 ton tiap bulannya,” ujar Wahyu.

Terpisah, Kades Sekaran, Kecamatan Wonosari, Hery Tri Marjono mengatakan desanya tidak mengadakan cadangan pangan beras. Sebab, sebagai wilayah pertanian stok di warga aman.

“Masyarakat saya mayoritas petani. Mereka punya cadangan beras cukup dan apalagi kemarin tidak laku dijual sehingga banyak dibawa pulang,” tutur Hery.

Dtk

LEAVE A REPLY