PSI Usulkan Hotel untuk Gedung Isolasi ODP

0
168

“Anggota komisi C William Wirakusuma“

Surabaya, Nawacita– Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (F-PSI) Surabaya menanggapi rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait penggunaan Rusun Babat Jerawat. Gedung itu itu rencananya akan dipakai sebagai tempat isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

William Wirakusuma mengatakan bahwa Pemkot perlu mempertimbangkan rencana penggunaan Rusun Babat Jerawat. Selain adanya penolakan dari warga sekitar, Pemkot nampaknya juga harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Sebab Pemkot masih harus menyiapkan anggaran untuk pembangunan lift, wastafel protable serta bilik infektan. Bila dihitung bisa mencapai 7,2 Miliar.

“Kalau masih ada penolakan oleh warga sekitar, harap dipertimbangkan kembali,” ujarnya saat dihubungi via Whatssap.

Anggota komisi C itu melanjutkan, bila Pemkot hanya menginginkan untuk memakai 100 kamar dari rusun Babat Jerawat, maka Ia meminta Pemkot untuk mempertimbangkan kembali. Serta mengambil opsi-opsi lain. Seperti pemakaian hotel.

“Dana untuk sewa lift dan sebagainya itu bisa dipakai untuk sewa hotel saja. Untuk 100 kamar hotel seharga Rp 300 ribu per malam, dana Rp 7,2 Miliar akan bisa digunakan untuk sewa selama 8 bulan,” lanjutnya.

William beralazan, bahwa dengan menyewa hotel untuk Gedung Isolasi ODP, maka Pemkot tidak hanya menyelesaikan permasalahan ketersediaan Gedung. Namun, juga membantu para karyawan hotel sehingga tidak dirumahkan oleh pihak perusahaan. Apalagi dunia perhotelan saat ini sangat terasa dampaknya, dan tingkat okupansi kamar pun sangat rendah.

“Kan malah bisa lebih cepat digunakan, gedung sudah ada, lift juga tersedia, wastafelpun sudah ada, bahkan harga segitu bisa sudah termasuk makan pagi,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PSI Surabaya Tjutjuk Supariono menambahkan bahwa dari rapat dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, banyak hotel yang menyatakan kesediaannya menyewakan hotelnya untuk digunakan sebagai gedung isolasi sementara.

“Daripada memakai rusun atau bekas kelurahan, lebih baik sewa hotel. Lebih murah, nyaman dan banyak hotel menyatakan siap dan mau loh,” pungkas Tjutjuk.

Bisa diketahui, sampai sekarang Pemkot belum juga memutuskan pilihan tempat mana yang akan dijadikan sebagai gedung isolasi bagi penangan kasus Covid-19.

(and)

LEAVE A REPLY