Yukk Intip Cara Turkmenistan dan Korut Bebas dari Kasus Corona

0
268
Cara Turkmenistan dan Korut Bebas dari Kasus Corona.
Cara Turkmenistan dan Korut Bebas dari Kasus Corona.

JAKARTA, Nawacita – Ketika peta dunia semakin diwarnai titik-titik merah persebaran virus corona (Covid-19), sejumlah negara diketahui masih ‘enggan’ dihinggapi virus mematikan ini. Di antaranya adalah Turkmenistan, salah satu negara yang paling represif di dunia. Banyak pakar khawatir pemerintah negeri ini mungkin telah menyembunyikan kebenaran, yang dapat menghambat upaya untuk mengakhiri pandemi corona.

Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa tidak boleh ada negara yang melakukan ‘kesalahan fatal’ dengan berasumsi akan terhindar dari virus corona. Di tengah pergulatan jagad raya memerangi corona dan semakin banyak negara yang mengunci gerak populasi mereka, Turkmenistan malah mengadakan rally bersepeda massal untuk memperingati Hari Kesehatan Dunia yang diperingati setiap tanggal 7 April.

Negara Asia Tengah tersebut mengklaim masih mencatat nol kasus virus corona. Tapi bisakah kita mempercayai angka-angka dari suatu pemerintah yang terkenal dengan tindak penyensorannya? “Statistik kesehatan resmi dari Turkmenistan terkenal tidak dapat diandalkan,” ujar Professor Martin McKee dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang telah mempelajari sistem perawatan kesehatan Turkmenistan.

Baca Juga: 193 Negara Anggota PBB, 19 Negara Bebas Corona

“Selama satu dekade terakhir, mereka mengklaim tidak memiliki orang yang hidup dengan HIV/AIDS, sebuah angka yang tidak masuk akal. Kami juga tahu bahwa, pada tahun 2000-an, mereka menekan bukti serangkaian letusan kasus, termasuk wabah,” paparnya, seperti dilansir dari BBC.

Banyak warga di Turkmenistan bahkan takut untuk berpikir bahwa virus corona jenis baru, penyebab Covid-19, mungkin sudah ada di negara tersebut. “Kenalan saya yang bekerja di sebuah badan negara mengatakan kepada saya bahwa saya sebaiknya tidak mengatakan virus itu ada di sini atau bahwa saya telah mendengarnya, jika tidak saya akan mendapat masalah,” ungkap seorang warga Ashgabat, ibu kota Turkmenistan.

Otoritas Turkmenistan sendiri dikabarkan sedang berupaya mengatasi kemungkinan pecahnya kasus infeksi. Bersama dengan badan-badan PBB di negara itu, mereka mendiskusikan rencana tindakan. Menurut Koordinator Residen PBB, Elena Panova, rencana ini mencakup koordinasi tingkat negara, komunikasi risiko, investigasi kasus, diagnostik laboratorium, dan langkah-langkah lainnya.

Turkmenistan memang menutup sebagian besar penyeberangan melalui perbatasan daratnya lebih dari sebulan lalu. Negara yang berbatasan dengan Uzbekistan dan Kazakhstan ini juga membatalkan penerbangan ke China dan beberapa negara lain pada awal Februari.

Selain itu, Turkmenistan mulai mengalihkan semua penerbangan internasional dari ibu kota ke Turkmenabat di timur laut, tempat zona karantina dibuat. Terlepas dari langkah-langkah yang dilancarkannya, kehidupan sehari-hari di Turkmenistan berjalan seperti biasa, tidak seperti banyak negara lain di dunia. Tak seorang pun memakai masker dan acara masyarakat, seperti rally sepeda pada Selasa (7/4/2020), berlangsung.

Bagaimana pun, ini menimbulkan kekhawatiran. “Kita telah melihat bagaimana infeksi Covid-19 bergerak cepat dari China ke seluruh penjuru dunia. Dalam ekonomi global yang kita tinggali sekarang, setiap negara hanya sekuat negara terlemah di dunia,” jelas McKee.

“Bahkan jika negara-negara lain berhasil mengendalikan epidemi, ada risiko penularan infeksi berkelanjutan dari negara-negara yang telah gagal melakukannya. Tampaknya Turkmenistan mungkin menjadi contoh lain,” pungkasnya.

Korea Utara

Setali tiga uang dengan Turkmenistan, Korea Utara masih belum melaporkan satu pun kasus virus corona di negaranya sejak kasus virus ini pertama kali mengemuka di kota Wuhan, China, pada Desember 2019.

Padahal, negara yang dihuni diktator Kim Jong-un tersebut bertetangga dengan Korea Selatan dan China. Sementara itu, sistem kesehatan di Korut terkenal sengsara karena kurangnya dana dan peralatan. Maklum saja jika banyak pihak yang meragukan fakta absennya virus corona di Korut.

LEAVE A REPLY