Realokasi APBD, Camelia Habiba: Angka 196 Milyar Muncul Darimana?

0
125

Surabaya, Nawacita– Relokasi dana APBD untuk penanganan wabah Covid-19 menjadi pertanyaan Dewan Surabaya. Pasalnya angka sebesar 196 Miliyar tidak jelas asal usulnya.

Camelia Habiba selaku wakil ketua Komisi A DPRD Surabaya mempertanyakan asal angka 196 Miliyar yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada teleconfrence hari Senin (6/4) kemarin. Pada rapat koordinasi melalui teleconfrence kemarin, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan dana yang digunakan untuk penanganan Covid-19 sebesar 196 Miliyar. Namun, ketika komisi A melakukan teleconfrence dengan Bappeko, Dinas Tanah dan BNPBD pada Selasa (7/4), pihak dari Bappeko justru tidak bisa menjelaskan secara terperinci dana yang disebutkan Tri Rismaharini untuk pencegahan Covid-19.

“Kita tanyakan kepada Bappeko angka 196 Miliyar disuply dari OPD mana? Mereka masih tidak bisa menyebutkan. Lalu Angka 196 ini muncul darimana? Jawabannya sama, masih tidak bisa menyebutkan,” ujarnya saat ditemui di gedung DPRD pada Selasa (7/4).

Wanita yang akrab disapa Habiba itu melanjutkan, angka 196 Miliyar dianggap belum siap secara matang. Sehingga Ia mengatakan bahwa Penanganan Covid-19 oleh Pemkot masih belum terkonsep secara matang.

“Angka 196 M ini belum ada wujudnya. Ini masih angka hoax,” lanjutnya.

Politisi PKB itu juga menuturkan angka 196 Miliyar masih terlalu kecil untuk masyarakat Surabaya. Apalagi jika dibandingkan APBD yang dianggarkan sebesar 10,3T untuk tahun ini.

“Angka 196 M masih terlalu kecil. Cuma 2 persen dari anggaran APBD. Sekali lagi kami mohon kepada eksekutif untuk membuka diri. Bila perlu lebih dari 196 M. Makanya DPRD ingin mengoptimalkan fungsinya. Selain fungsi pengawasan dan budgeting,” tuturnya.

Selain itu, Habiba juga mengusulkan anggaran pembelian tanah bisa digeser untuk penanganan bencana. Menurutnya ada anggaran cukup tinggi yang bisa digunakan untuk penanganan pendemi Corona di Surabaya.

“Kita tes 2 dinas tadi salah satunya Dinas tanah. Sangat memungkinkan untuk menyuplai anggaran besar di sana. Karena pengadaan tanah nilainya masih tinggi. Dan itu tidak urgent dalam artian tidak dibeli sekarang juga bisa. Karena buat ekowisata di mangrove,” tandasnya.

Ada dana sekitar 60 Miliyar yang bisa dialihkan sebagai dana penanganan Covid-19. Habiba menjelaskan tidak masalah bila dana itu dipakai untuk penanganan Covid-19. Asalkan dikonsep secara tepat.

“Kalau itu buat sembako bisa bertahan untuk berapa bulan dan distribusinya seperti apa,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY