Pandemi COVID-19, Seismolog Deteksi Penurunan Getaran Seismik di Bumi

0
174
Hari Bumi / Earth Day Sedunia.
Hari Bumi / Earth Day Sedunia.

JAKARTA – Para seismolog telah mendeteksi penurunan signifikan dalam jumlah getaran seismik di permukaan bumi. Getaran seismik ini diciptakan oleh gerakan manusia seperti mengemudi, pekerjaan konstruksi, dan berbagai kegiatan yang membuat tanah bergetar.

Sejak pandemi COVID-19, beberapa negara telah menerapkan physical distancing hingga lockdown total untuk menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19). Kondisi mengharuskan masyarakat bekerja dan belajar dari rumah, sehingga kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dikurangi. Begitu juga dengan kegiatan produksi di pabrik dan banyak lagi.

Dilansir dari laman BGR, Jumat (3/4/2020) dengan penurunan bunyi getas atau seismi, Bumi sedikit lebih tenang dari biasanya. Hal ini dapat memberikan peneliti kesempatan langka untuk menangkap data yang sangat akurat.

Stephen Hicks, seismolog dari Imperial College London untuk mengungkap hasil dari beberapa pengumpulan data seismik yang menunjukkan betapa dramatisnya keadaan.

“Minggu ini telah melihat pengurangan kebisingan seismik latar belakang siang hari rata-rata,” kata dia di akun Twitternya.

Tidak hanya sampai disitu, kebijakan physical distancing juga telah menyebabkan penurunan polusi udara secara global. Seperti diketahui, pandemi virus corona telah mematikan sebagian aktivitas industri dan menurunkan tingkat polusi udara.

Kondisi tersebut diketahui lewat citra satelit Badan Antariksa Eropa (ESA). Menurut ESA, tingkat nitrogen dioksida (NO2) di Asia dan Eropa sangat rendah daripada periode yang sama pada tahun lalu. N dioksida diproduksi dari mesin mobil, pembangkit listrik dan proses industri lainnya. Senyawa tersebut dianggap memperburuk penyakit pernafasan seperti asma. Polutan tersebut berasal dari kegiatan dan sektor industri yang sama yang bertanggung jawab atas sebagian besar emisi karbon dunia dan mendorong pemanasan global.

Salah satu contoh tingkat polusi di kota Wuhan, di China Tengah mulai berkurang selama wabah virus corona di negara tersebut. Wuhan merupakan rumah bagi ratusan pabrik yang memproduksi mobil dan perangkat keras lainnya sebagai rantai pasokan global. Menurut NASA, tingkat nitrogen dioksida di China dan pusat China paling tinggi 10 sampai 30 persen lebih rendah dari biasanya

Dtk

LEAVE A REPLY