PDPS Berharap Rencana Penutupan Pasar Tidak Dilakukan Mendadak

0
288

Surabaya, Nawacita– Pada Senin (23/3) lalu ada undangan rapat koordinasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan agenda pembahasan jam buka pasar tradisional.

Muhibuddin Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya (PDPS) mengatakan lembaganya akan tetap menunggu instruksi dan perintah dari Wali Kota Surabaya karena PDPS adalah BUMD milik Pemkot Surabaya.

“Pada rapat koordinasi itu juga disampaikan bahwa Pemprov akan mengirimkan surat pada pemerintah kabupaten/kota. Jadi, posisi kami adalah menunggu keputusan dari Pemkot Surabaya,”jelasnya

Menurutnya harus dibutuhkan waktu untuk sosialisasi terlebih dulu. Sebab pasar merupakan displai.

“Barang dagangan yang dijual di pasar basah di Surabaya adalah produk petani yang berasal dari berbagai daerah,”katanya

Sementara itu Agus Hebi Djuniantoro kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah, Kota Surabaya, mengatakan hingga saat ini belum ada rencana penutupan ataupun pembatasan jam operasional pasar.

“Karena itu kita rutin lakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan, baik di luar maupun di dalam pasar,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Surabaya.

Di satu sisi John Tamrun anggota komisi B DPRD Surabaya mengatakan bila pasar tetap dibuka maka baik pedagang maupun pembeli harus disiplin. Terutama dalam menerapkan aturan social distancing.

“Kalau pasar tidak ditutup harus diterapkan social distancing. Dan pembeli harus taat pada social distancing. Ditutup atau dibuka bergantung pada masyarakat mau menerapkan sosial distancing atau tidak,” tuturnya.

Politisi PDI-P itu menganalogikan kondisi pasar seperti sebuah ruangan yang tidak steril. Ia mengatakan seandainya pasar diberikan bilik sterilisasi, lalu ada orang yang masuk kedalamnya. Tapi belum tentu saat orang tersebut keluar dari bilik akan steril. Sebab boleh jadi dirinya steril, namun barang dagangan pedagang terpapar virus.

“Seandainya mau masuk box chamber sudah steril, tapi apakah yakin bisa steril. Semua bahan yang dijual harus benar-benar steril dari corona. Kalau ini bisa dijalankan selesai,” pungkasnya.

John sapaan akrabnya mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu cemas. Tetap mengikuti anjuran pemerintah. Ia berharap masalah seperti di Itali, tidak terjadi di Indonesia.

“Kalau tidak menerapkan social distancing, bisa-bisa terjadi seperti Itali. Masyarakatnya tidak disiplin, tidak mau ikut anjuran. Kalau ikut anjuran setidaknya kita bisa merasa aman,” tambahnya.

(and)

LEAVE A REPLY