Surabaya Zona Merah Covid, Jeje: Jangan Cemas

0
266
Jeje

Surabaya, Nawacita– Surabaya ditetapkan sebagai zona merah Covid-19 pada Jumat (20/3) kemarin. Dampaknya sebenarnya mulai terlihat sejak Senin (16/3) kemarin. Jauh sebelum Surabaya menjadi siaga 1. Sebab harga masker dan handsinitizer di pasaran mulai merangkak naik.

Juliana Eva Wati anggota komisi D DPRD Surabaya meminta agar masyarakat tidak perlu cemas. Sebab baik masker maupun handsinitizer masih ada stok yang cukup untuk warga Surabaya.

“Stok Masker dan hand sanitizer di Surabaya dalam minggu ini inshaallah ada tapi tidak terlalu banyak,” terangnya kepada Nawacita via Whatsapp pada Sabtu (21/3).

Sedangkan mulai kosongnya alkhohol antiseptic di beberapa apotik disebabkan mulai teredukasinya masyarakat untuk membuat handsinitizer sendiri. Hal tersebut diungkapkan oleh wanita yang akrab disapa Jeje itu.

“Alkohol kosong ini karena kemarin handsanitizer yang mulai susah dicari. Jadi masyarakat banyak yang membuat alternatif handsanitizer racikan sendiri,” ungkapnya.

Wakil ketua Fraksi PAN-PPP ini mengatakan jangan sampai warga Surabaya menjadi panic buying. Sebab masker maupun handsinitizer akan terus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain itu di seluruh kelurahan sudah disiapkan masker untuk warga.

“Terkair stok ini saya harap masyarakat tidak panic buying. Produsen tidak akan berhenti memproduksi,” tuturnya.

Wanita yang juga merupakan Ning Surabaya tahun 2013 lalu ini menghimbau agar warga tidak hanya fokus kepada masker dan handsinitizer saja. Tetapi juga tidak melupakan hidup sehat dan pola asupan gizi. Sebab imun tubuh merupakan kunci utama dalam melawan Corona.

“Mengingat covid 19 ini dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan sering mencuci tangan,” ucapnya.

Sebagai kaum milenial Surabaya, .Jeje ini juga menghimbau agar pemuda Surabaya tetap di rumah. Tidak perlu ke luar rumah apabila tidak ada hal yang mendesak.

“Pemuda Surabaya saya minta jangan nongkrong dulu. Jangan juga cemas. Sebab cemas bisa membuat kita stres. Hasilnya nanti imun kita jadi down. Tetap social distance,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY