BI Bukukan 344.377 Pelaku Usaha Jatim Gunakan Sistim Pembayaran QRIS

0
134

Surabaya, Nawacita – Setelah melakukan sosialisasi selama sepekan serta mendorong merchant on boarding dalam implementasi QRIS yang mencakup 7 segmen merchant, antara lain : pelaku usaha wanita, pengelola rumah ibadah, millennial, transaksi pemerintah daerah, pasar tradisional, pasar modern dan pelaku usaha syariah

Difi Ahmad Johansyah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyampaikan respon masyarakat sangat baik dan dari merchant menyambut dengan baik dengan adanya QRIS.

Sejak QRIS diluncurkan terdapat 29 PJSP penyelenggara QRIS yang memperoleh persetujuan Bank Indonesia yang terdiri dari 20 PJSP Bank dan 9 PJSP non Bank. Tercatat 2,8 juta merchant di seluruh  provinsi Indonesia di 348 kota/ kabupaten termasuk di kepulauan seribu dan mentawai

Kemudian untuk jawa timur total merchant yang sudah QRIS adalah 344.377 merchant Per akhir February 2020, Untuk surabaya sendiri total merchant yang sudah QRIS mencapai  121.789  ribu per akhir Februari 2020.

Selama penerapan implementasi QRIS mengalami peningkatan, sebanyak 344.377 merchant di wilayah Jawa Timur ada kenaikan 19.883 merchant, sementara untuk surabaya sendiri tercatat meningkat 0,6 atau 121 ribu merchant. selama seminggu ini tercacat ada kenaikan 70 ribu merchant sejak dilakukan kegiatan pekan QRIS pada tanggal 9-15 Maret 2020.

 “Hal lain yang menarik ketika kami bertemu dengan merchant, terkait dengan mereka (merchant) masih memiliki EDC (electronic data capture) yang lama. Namun demikian per tanggal 1 Januari 2020, seluruhnya  harus beralih ke QRIS.” tegas Difi

Seperti beberapa PJSP yang masih menggunakan logo yang lama juga harus beralih ke QRIS dan menggunakan logo warna merah putih. Untuk merchant yang masih menggunakan QR Code yang lama nantinya akan tidak berlaku dan di non aktif kan oleh Bank Indonesia.

Selain itu, merchant yang masih menggunakan QR Code yang lama, diharapkan dapat berganti menjadi QRIS dengan menghubungi PJSP masing-masing.” tambah Difi saat hadir pada puncak acara Pekan QRIS di Kantor BI Jatim. Minggu ( 15/3/2020 )

Indah Kurnia selaku Anggota Komisi XI DPR RI dalam sambutannya menyampaikan Kita mencoba untuk selalu meningkatkan inovasi dan kita meminta bank indonesia untuk membuat inovasi dan gebrakan yang tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan kedaulatan dari sistem pembayaran  sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan yang ada di indonesia.

Hasil capaian pekan QRIS ini sangat luar biasa sesuai dengan nama programnya yaitu “quick response”. Saya melihat bahwa Merchant dan seluruh pengguna termasuk penyelenggara memiliki respon yang sangat cepat sehingga keinginan kita untuk Menyatukan berbagai warna QR Code menjadi 2 (dua) warna yaitu Merah dan Putih untuk QRIS

“Pekan QRIS yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia juga mendorong optimisme dan semangat masyarakat ditengah perekonomian yang diselimuti ketidakpastian perekonomian dunia serta adanya kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Diharapkan transaksi QRIS ini dapat mendorong merchant dan PJSP dalam mendukung kelancaran sistem pembayaran di Indonesia” tambah Indah.

lebih lanjut, Difi Ahmad Johansyah menambahkan bahwa tidak hanya berhenti pada pekan QRIS yang serempak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, sosialisasi dan penetrasi penggunaan QRIS akan terus dilakukan oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, utamanya pada daerah-daerah pelosok. Kegiatan sosialisasi akan dilakukan dengan memberikan sosialisasi

Imam Subarkah – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa “dalam implementasi QRIS apabila merchant memiliki cabang lebih dari 1 maka akan menggunakan QRIS yang berbeda namun dapat dimungkinkan memiliki 1 rekening yang sama.

Hal tersebut tentunya akan mempermudah merchant dalam melakukan klasifikasi data transaksi yang lebih precise dari masing-masing cabang. Secara nasional pun data merchant dikelola oleh Bank Indonesia yang ini dilakukan oleh PT.PTEN (Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional)”. tutup Imam Subarkah

Dengan adanya QRIS ini merupakan salah satu literasi keuangan kepada masyarakat dalam bertransaksi sehari – hari yang berevolusi dari sebelumnya menggunakan uang tunai yang di dompet dan beralih ke QRIS

dny

 

LEAVE A REPLY