PT KAI Operasikan Rail Clinic Keliling Jawa Beri Edukasi Cara Antisipasi Corona

0
178

Surabaya, Nawacita – Menindaklanjuti ditemukannya penderita virus corona atau Covid-19 di Indonesia, PT KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan Kereta Kesehatan atau Rail Clinic pada tanggal 7 Maret 2020 di lintas Mojokerto – Surabaya – Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program road show KA Kesehatan (Rail Clinic) di lintas Selatan dan Lintas Utara.

Guna memberikan kesan friendly sekaligus menjunjung nilai kearifan lokal, pada sosialisasi KA kesehatan kali ini, para petugas menggunakan blangkon jawa timur dan udeng madura (topi khas Madura).

Hal ini dimaksudkan agar materi dan visi sosialisasi bisa lebih diterima oleh warga Jawa Timur melalui pendekatan kearifan lokal. Selain itu, saat sesi pembagian masker, dibagikan pula bunga sebagai simbol dukungan doa agar Masyarakat tetap memelihara kedamaian dan tidak panik dalam menghadapi penyakit virus Corona ini.

Selain itu, agar memberikan nuansa hiburan, hadir pula Robot Transformer dalam acara sosialisasi kepada para penumpang di Stasiun Gubeng. Manusia robot ini ikut mengkampanyekan langkah pencegahan penyebaran penyakit Corona dengan cara membentangkan poster.

“Dijalankannya Rail Clinic dan Kereta Inspeksi mengelilingi Pulau Jawa adalah sebagai upaya KAI agar tidak terjadi penyebaran virus corona di area Stasiun dan Kereta Api,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Edi menjelaskan, pada stasiun tersebut, KAI akan melakukan pelayanan kepada masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan, pembagian masker, pembagian pamflet, dan penyuluhan kesehatan tentang virus corona, cuci tangan, pemakaian masker, dan etika batuk & bersin.

Edi mengatakan, dalam hal kebersihan sarana kereta, KAI melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi. KAI juga menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang.

“Hand sanitizer juga mulai kami sediakan di stasiun, kereta makan, pos kesehatan, kantor, dan titik-titik lainnya,” tambah Edi.

Edi menambahkan, demi efektivitas pencegahannya, KAI juga mengajak kepada pengguna KA untuk menjaga kesehatan diri dan memakai masker jika sedang sakit.

Sebelumnya, KAI telah melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona di berbagai stasiun dan internal KAI pada Januari 2020, yakni saat awal beredarnya kabar virus corona. Sosialisasi tersebut berupa pemasangan spanduk, pembagian brosur, dan kampanye hidup sehat oleh petugas kepada penumpang.

“Upaya-upaya preventif penyebaran virus corona terus kami lakukan baik di atas kereta maupun stasiun. Kami juga mengajak pengguna KA untuk sama-sama proaktif mencegah penyebaran virus corona,” tutup Edi.

Untuk wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, telah tersedia 4 pos kesehatan dengan 43 tenaga kesehatan (3 Dokter Umum dan 40 tenaga paramedis) yang siap siaga 24 jam melayani para penumpang KA. Adapun posko kesehatan ini, ditempatkan di stasiun pemberangkatan awal dari perjalanan kereta api seperti Stasiun Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi dan Stasiun Malang.

Selain itu, unit kesehatan KAI Daop 8 Surabaya telah bekerja sama dengan 22 rumah sakit yang letaknya berdekatan dengan stasiun di wilayah KAI Daop 8.

“Diharapkan dengan berbagai langkah preventif dan antisipatif dari jajaran PT KAI Daop 8 Surabaya dalam penanganan kesehatan para penumpangnya, bisa memberikan pelayanan prima dan ketenangan dalam menggunakan jasa transportasi kereta api,” ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya di sela – sela acara Bakti sosial dengan Rail Clinic.

dny

LEAVE A REPLY